Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Surabaya, Diduga Dihajar Massa Usai Kepergok Curi Sepeda

- Reporter

Senin, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari BPBD Kota Surabaya saat mengevakuasi mayat tanpa identitas di Jalan Kertajaya, Mulyorejo, Surabaya,(Ist).

Petugas dari BPBD Kota Surabaya saat mengevakuasi mayat tanpa identitas di Jalan Kertajaya, Mulyorejo, Surabaya,(Ist).

Surabaya – Seorang pria ditemukan tewas dengan sejumlah luka di Jalan Kertajaya, Mulyorejo, Surabaya, Senin (4/11/2024). Pria tanpa identitas tersebut meninggal diduga setelah dihajar massa.

Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi adanya seorang pria tanpa identitas yang ditemukan meninggal, sekitar pukul 04.22 WIB.

“(Pria) umur kurang lebih 40 tahun, kondisi meninggal dunia. Saat petugas tiba di lokasi, korban berada di tepi jalan dan lanjut penanganan,” kata Hebi saat dikonfirmasi, Senin (4/11/2024).

Hebi mengungkapkan, jenazah pria tersebut langsung ditangani oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Kemudian, petugas membawanya ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolsek Mulyorejo, Kompol Aspul Bakti, mengatakan bahwa pelaku sebelumnya dipergoki warga lantaran diduga mencuri sepeda angin di panti asuhan di Jalan Manyar Sabrangan, nomor 133.

Namun, aksinya itu diketahui pemilik. Kemudian, pelaku langsung melarikan diri dengan meninggalkan sepeda anginnya di lokasi. Lalu, pria itu masih melanjutkan aksinya dengan mencuri barang serupa di Jalan Manyar Sabrangan gang 3.

“Pelaku awalnya melarikan diri sambil meninggalkan sepeda angin yang dicuri. Pelaku mengambil lagi sepeda angin, namun berhasil ditangkap oleh warga dan dihajar oleh massa,” kata Aspul.

Aspul mengungkapkan, pelaku meninggal dunia setelah menjadi sasaran amukan warga setempat yang geram. Selain itu, pria tersebut diduga dihajar massa menggunakan tangan kosong.

“Iya (pelaku) ditangkap massa (hingga tewas). Nggak ada (barang bukti benda untuk menghajar pelaku), mungkin pakai tangan,” jelasnya.

Saat ini, kata Aspul, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait peristiwa tersebut. Sedangkan, identitas pelaku sendiri masih belum diketahui hingga sekarang.

“Masih minta keterangan saksi. (Identitas) belum ditemukan, masih diidentifikasi, (pelaku dibawa) ke (RS Bhayangkara) Polda Jatim,” pungkasnya.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Simulasi Gempa Besar di Surabaya, Tim Urban SAR Basarnas Berjibaku Selamatkan Korban
PCNU Pontianak Tuntaskan Pembentukan MWCNU di Enam Kecamatan
Audiensi Dugaan Debu SIG Tuban Buntu, Warga Kecewa Pejabat Pengambil Keputusan Tak Hadir
Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah
Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak
Kirana Wedding Tuban Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta
Polresta Tuban Perkuat Sinergi dengan Media Lewat PIRAMIDA, Siapkan Kolaborasi Sosial
PRPP Edukasi Pemuda Desa di Tuban, Dorong Bijak Bermedia Sosial Tangkal Hoaks

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:42 WIB

Simulasi Gempa Besar di Surabaya, Tim Urban SAR Basarnas Berjibaku Selamatkan Korban

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:48 WIB

PCNU Pontianak Tuntaskan Pembentukan MWCNU di Enam Kecamatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:05 WIB

Audiensi Dugaan Debu SIG Tuban Buntu, Warga Kecewa Pejabat Pengambil Keputusan Tak Hadir

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:58 WIB

Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak

Berita Terbaru

Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari enam kecamatan di Kota Pontianak resmi dilantik dalam prosesi yang digelar di Aula Hotel Garuda Pontianak, Sabtu (25/7/2026), (Nurul Hidayatullah).

Daerah

PCNU Pontianak Tuntaskan Pembentukan MWCNU di Enam Kecamatan

Minggu, 26 Jul 2026 - 19:48 WIB