Tuban – Sebuah toko kelontong milik Sukini di Dusun Lohgawe, Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, ludes dilahap si jago merah, Minggu (18/01/2026) malam. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kapolsek Rengel, AKP Nuril Huda, mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang bersumber dari meteran listrik di dalam toko. Banyaknya bahan mudah terbakar seperti kardus dan barang dagangan membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan beserta isinya.
“Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” ujar AKP Nuril Huda.
Polisi dan Damkar Langsung ke Lokasi
Mendapat laporan kejadian, pihak kepolisian bersama anggota segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dari Pos Rengel, Pos Mako Tuban, serta dibantu unit pemadam dari Pertamina.
“Untuk total kerugian masih dalam proses pendataan dan kami juga melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tambah AKP Nuril Huda.
Empat Armada Damkar Dikerahkan
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban, Sutaji, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.22 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian, sekitar pukul 23.27 WIB.
“Dalam penanganan kebakaran ini, kami mengerahkan empat unit armada, terdiri dari satu unit dari Pos Rengel, dua unit dari Pos Mako Tuban, serta satu unit bantuan dari Pertamina Soko Wati,” jelas Sutaji.
Api Padam dalam 20 Menit, Kerugian Capai Rp500 Juta
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.47 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pembasahan hingga pukul 02.54 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Dari total luas bangunan sekitar 8 x 25 meter persegi, area yang terbakar mencapai kurang lebih 8 x 10 meter persegi.
“Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp500 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan senilai kurang lebih Rp1 miliar, berupa bangunan rumah dan bahan-bahan sembako,” pungkas Sutaji. (Az)
Editor : Kief















