Tuban – Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak hanya melanda wilayah daratan, tetapi juga berdampak serius di laut. Cuaca mendung disertai angin kencang menyebabkan kapal motor tanker (MT) Abigail W terhempas hingga terdampar di perairan Tuban, Rabu malam (21/01/2025).
Kapal tanker milik PT Pertamina Trans Kontinental tersebut semula hendak bersandar di Terminal Khusus (Tersus) Pertamina Patra Niaga Tuban. Namun akibat cuaca buruk, kapal mengalami larat dan kandas sekitar 60 meter dari bibir Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.
KSOP Pastikan Kapal dalam Kondisi Kosong
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Kapten Subuh Fakkurkohman, menjelaskan bahwa kapal dalam kondisi tidak bermuatan saat kejadian.
“Kapal tersebut dengan nama lambung MT Abigail W, berbendera Indonesia, dengan pemilik PT Pertamina Trans Kontinental. Kapal dalam kondisi kosong dan berlayar dari Merak menuju Tersus Pertamina Patra Niaga Tuban,” ujar Kapten Subuh kepada LiputanSatu.id, Kamis (22/01/2025).
Evakuasi Disiapkan dengan Kapal Tunda
Setelah kejadian tersebut, KSOP langsung melakukan koordinasi dengan PT Pertamina Trans Kontinental selaku pemilik sekaligus agen kapal. Proses evakuasi direncanakan menggunakan kapal tunda TB Transco Dara 3205.
Namun demikian, Kapten Subuh menyebutkan bahwa evakuasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Menurutnya, kondisi cuaca yang belum mendukung serta ketinggian air laut yang masih surut menjadi kendala utama dalam proses penarikan kapal.
“Nanti sekitar jam 8 malam akan kami lakukan simulasi agar penarikan bisa dilakukan tanpa menimbulkan pencemaran. Jam 10 malam akan kami coba lakukan penarikan,” jelasnya.
KSOP Imbau Pelayar Waspadai Cuaca
Kapten Subuh juga mengimbau seluruh pelayar dan operator kapal untuk melengkapi seluruh persyaratan keselamatan pelayaran serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.
“Jika dinilai kondisi kurang memungkinkan, sebaiknya tidak berlayar terlebih dahulu dan memastikan cuaca benar-benar aman,” pungkasnya.
KSOP menegaskan bahwa keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (Az)
Editor : Kief















