Situbondo – Banjir bandang akibat cuaca ekstrem melanda lima kecamatan di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/01/2026) sore. Bencana tersebut tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga menelan korban jiwa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Timbul Surianto, menjelaskan bahwa banjir bandang terjadi secara serentak di Kecamatan Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit.
“Akibat curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem, aliran air meluap dan menyebabkan banjir bandang yang masuk ke permukiman warga di lima kecamatan,” ujar Timbul.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Situbondo sejak siang hari menyebabkan debit sungai dan aliran air meningkat secara drastis.
Dua Warga Meninggal Dunia di Kecamatan Besuki
Dalam peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat banjir melanda kawasan permukiman di Kecamatan Besuki.
Korban diketahui merupakan bapak dan anak, yakni Adinda Putri Rahayu (17) dan Abdul Wahed (45), warga Jalan Madura, Kecamatan Besuki.
Selain korban jiwa, banjir bandang juga menimbulkan dampak material yang cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara BPBD Situbondo, sebanyak 3.015 rumah warga dilaporkan terdampak dan tergenang air.
“Selain korban jiwa, banjir bandang juga menimbulkan dampak material yang cukup besar. Berdasarkan pendataan sementara, ribuan rumah warga terdampak,” kata Timbul.
Ribuan Rumah Terendam di Kecamatan Besuki
Di Kecamatan Besuki, banjir merendam ribuan rumah warga, khususnya di Desa Pesisir. Tercatat sebanyak 2.822 rumah terdampak yang tersebar di sejumlah dusun, antara lain Dusun Gudang, Krajan, Lesanan Kidul, Lesanan Lor, Mandaran, dan Petukangan.
Selain itu, banjir juga berdampak pada:
• Desa Kalimas: 193 rumah terdampak
• Desa Demung: 44 rumah terdampak
• Desa Besuki: 2.306 rumah terdampak
Di Kecamatan Banyuglugur, banjir melanda Desa Kalianget dengan dampak terhadap 27 rumah dan 533 jiwa, serta menyebabkan kematian delapan ekor kambing.
Sementara di Desa Lubawang, banjir merendam 440 rumah yang tersebar di Dusun Sekolahan, Curah Guno, dan Krajan.
Ratusan Rumah Terendam di Bungatan, Mlandingan dan Kendit
Banjir bandang juga terjadi di Kecamatan Bungatan, dengan 113 rumah di Desa Mlandingan Wetan terendam air.
Sedangkan di Kecamatan Mlandingan, banjir berdampak pada 169 rumah di Dusun Pesisir, Desa Selomukti, dengan total 446 jiwa terdampak.
Di Kecamatan Kendit, banjir menggenangi 154 rumah warga di Desa Kendit. Rumah terdampak tersebar di Kampung Kalompangan, Krajan Utara, Karang Anyar Barat, Karang Anyar Timur, dan Blimbingan.
BPBD Situbondo bersama unsur terkait masih terus melakukan pemantauan, pendataan lanjutan, serta penanganan darurat di seluruh lokasi terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (Az)
Editor : Kief















