TUBAN – Aksi blokade akses alat produksi PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) Tuban oleh ratusan pekerja jasa pengelola alat (JPA) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), akhirnya menemui titik terang. Setelah lebih dari seminggu ketegangan akibat perubahan manajemen vendor, para pihak sepakat mengakhiri aksi dan kembali ke meja perundingan.
Mediasi Difasilitasi Disnakerin Tuban
Proses mediasi yang berlangsung Jumat siang (25/04/25) di Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Disnakerin, Rohman Ubaid. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan PT UTSG, vendor baru PT Niaga Nusantara Mandiri (NNM), perwakilan serikat FSPMI, pekerja terdampak, serta perangkat desa dari ring 1 PT Semen Indonesia Group (SIG).
Mediasi berlangsung kondusif. Para pihak menyusun risalah kesepakatan secara detail demi menghindari konflik serupa di kemudian hari.
Pekerja Langsung Dialihkan ke Vendor Baru
Plt Kepala Disnakerin Rohman Ubaid yang ditemui awak media setelah acara tersebut, menjelaskan salah satu poin utama kesepakatan adalah jaminan bahwa pekerja yang sebelumnya dikontrak PT Selo Giri Makmur (SGM) akan langsung dialihkan ke PT NNM. Sistem pengupahan yang digunakan tetap mengacu pada ketentuan upah minimum sektoral kabupaten (UMSK) dan masa kerja sebelumnya diakui.
“Telah disepakati bahwa para pekerja akan dikontrak PKWT oleh PT NNM, dengan upah dan masa kerja tetap dihitung sebagaimana sebelumnya,” ujar Ubaid usai mediasi.
Tunjangan dan Evaluasi Kinerja Diatur Lebih Jelas
Kesepakatan juga mencakup ketentuan tunjangan seperti premi tonase, tunjangan shift, uang makan, lembur, hingga tunjangan hari raya. Selain itu, disepakati pula mekanisme peningkatan kinerja dan sanksi bagi pekerja yang tidak menunjukkan performa optimal.
Baca juga: 6 Hari Blokade Jalan PT UTSG: Aksi Buruh Memanas, Tuntut Keadilan Upah dari Vendor Baru
Baca juga: Isak Tangis Sopir JPA Warnai Aksi Demo di Tuban: Tuntutan Keadilan Bergema di Depan UTSG
Aksi Blokade Selesai, Pekerja Kembali Bekerja
Ketua FSPMI Tuban, Duraji, menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal implementasi hasil kesepakatan hingga seluruh kontrak ditandatangani. Ia memastikan para pekerja akan kembali bekerja esok hari.
“Besok teman-teman langsung masuk kerja. Untuk tenda aksi, kami akan konsolidasi dan segera membongkar,” tegasnya.
Baca juga: Deadlock Mediasi, Pekerja Ancam Tutup Akses Tambang PT UTSG
Harapan dari Manajemen UTSG
CSR & Communication Head Section PT UTSG, Wildan Maulana, mengapresiasi proses mediasi yang berjalan lancar. Ia berharap para pekerja dapat segera melanjutkan aktivitasnya dan meningkatkan kinerja ke depan.
“Alhamdulillah, kami berharap rekan-rekan JPA kembali bekerja dan meningkatkan performa. Ini penting untuk keberlangsungan bersama,” ucap Wildan.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












