Diduga Hilang Kendali di Tikungan, Pick Up Tabrak Honda Jazz di Tuban, Dua Orang Terluka

- Reporter

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi dua kendaraan nampak ringsek usai adu banteng di jalan Merakurak-Kerek, Kecamatan Merakurak, (Aji/Liputansatu.id).

Kondisi dua kendaraan nampak ringsek usai adu banteng di jalan Merakurak-Kerek, Kecamatan Merakurak, (Aji/Liputansatu.id).

TUBAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Merakurak–Kerek, tepatnya di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Sebuah mobil pick up Mitsubishi L300 diduga kehilangan kendali saat melintasi tikungan hingga masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan sebuah Honda Jazz.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Mitsubishi L300 bernomor polisi S-8524-HL yang dikemudikan Hadi (48), warga Dusun Tlogosangan, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, melaju dari arah barat menuju timur dengan membawa seorang penumpang, Kusno (54), warga desa yang sama.

Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan tikungan ke kanan, kendaraan diduga melaju dengan kecepatan yang tidak sesuai kondisi jalan sehingga oleng ke kanan dan memasuki jalur berlawanan.

Pada saat bersamaan, dari arah timur melaju Honda Jazz bernomor polisi S-1245-GF yang dikemudikan Arif Rohman (35), warga Dusun Krajan, Desa Sugihan, Kecamatan Merakurak. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan depan dengan depan tidak dapat dihindari.

Dua Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Benturan keras mengakibatkan pengemudi pikap Hadi dan penumpangnya, Kusno, mengalami luka-luka. Keduanya segera dievakuasi ke Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Polisi memperkirakan kerugian material akibat kecelakaan mencapai sekitar Rp10 juta.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tuban, Ipda Risky Dwi Prasetyo, mengatakan hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan pengemudi pikap kurang mampu mengendalikan kendaraan saat melintasi tikungan.

“Dugaan sementara kendaraan melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Saat berada di lokasi yang kondisi jalannya menikung, pengemudi kurang bisa menguasai kendaraannya sehingga masuk ke jalur lawan. Penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Ipda Risky.

Polisi juga belum dapat memastikan informasi yang beredar mengenai dugaan pengemudi berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.

Menurut Ipda Risky, hingga proses pemeriksaan berlangsung pengemudi masih belum sadar sehingga belum dapat dimintai keterangan. Adapun penumpang yang turut menjadi korban tidak ditemukan indikasi mengonsumsi minuman beralkohol.

“Belum bisa kami konfirmasi. Saat tadi dicek, pengemudi masih belum sadar sehingga belum dapat dimintai keterangan. Sementara untuk penumpangnya tidak ada indikasi mengonsumsi alkohol,” katanya.

Saat ini Satlantas Polresta Tuban masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk menunggu perkembangan kondisi kesehatan para korban.

Pengendara Diminta Waspadai Tikungan

Polisi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi ruas jalan yang memiliki banyak tikungan dengan menyesuaikan kecepatan kendaraan terhadap kondisi jalan.

Ipda Risky menegaskan, menjaga konsentrasi dan mengurangi kecepatan ketika memasuki tikungan merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah kecelakaan lalu lintas.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengurangi kecepatan saat melintasi tikungan, menjaga konsentrasi, dan menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi jalan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama karena kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada kecelakaan,” pungkasnya. (Aji/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Diduga Kurang Hati-hati, Lansia Tewas Tertabrak Dump Truck di Merakurak Tuban Saat Menyeberang

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru