Kisah Pilu Nenek di Tuban Rawat Cucu Kembar dari Anak Gangguan Jiwa

- Reporter

Senin, 8 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Seorang nenek di Tuban berjuang merawat dua cucu kembarnya, hidup dalam keterbatasan namun penuh keteguhan, (Gambar: ilustrasi/ai).

Hidup Miskin di Desa Jlodro Tuban

Tuban –Udara panas menerpa kulit, debu berterbangan bersama daun rumput kering di Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Tuban. Di tengah tanah gersang dan rumah sederhana hasil bantuan program RTLH pemerintah, seorang nenek menua harus memikul beban berat: menghidupi dua cucu kembar yang lahir dari anaknya yang mengalami gangguan jiwa.

Anak Perempuan dengan Gangguan Jiwa Melahirkan Empat Anak

Kepala Desa Jlodro, Suroso, menceritakan kondisi keluarga ini. Sang nenek tinggal bersama anak perempuannya yang mengalami gangguan jiwa sejak kecil. Dari keadaannya itu, sang anak melahirkan empat anak.
Namun perjalanan hidup mereka penuh duka: anak pertama diadopsi sebuah yayasan di Surabaya, anak kedua meninggal di usia 12 hari, sementara dua anak kembar yang kini duduk di bangku TK tetap berada dalam asuhan neneknya.
“Suami nenek itu sudah lama meninggal. Orang yang menghamili anaknya juga tidak pernah diketahui. Jadi mereka hidup benar-benar bergantung dari belas kasih,” ujar Suroso.

Nenek di Tuban Tetap Antar Cucu Sekolah

Meski hidup pas-pasan, sang nenek menolak menyerah. Setiap hari, ia berjalan beberapa kilometer untuk mengantarkan cucu kembarnya ke sekolah. Ia juga menolak saat ada orang yang berniat mengadopsi cucu-cucu itu.
“Saya kalau lihat mereka lewat depan rumah, selalu saya kasih uang saku,” tambah Suroso.
Keluarga ini memang menerima bantuan pemerintah, seperti BPNT, BLT DD, serta kunjungan pejabat kabupaten. Namun kebutuhan sehari-hari masih jauh dari cukup. Uluran tangan para tetangga dan dermawan menjadi penopang utama mereka.

Kisah Haru dari Anak Sang Nenek

Tim Liputansatu.id sempat mendatangi rumah sang nenek. Kebetulan, anak kedua dari sang nenek sedang berkunjung. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan perjalanan keluarganya.
“Alhamdulillah, bantuan selalu ada, entah beras, entah uang. Tapi ibu dan kakak saya tetap butuh uluran tangan,” ucapnya sembari meneteskan air mata.
Ia mengisahkan bahwa kakaknya semakin terpuruk setelah ayah mereka meninggal. Gangguan jiwa yang dialami semakin parah, diperburuk dengan perlakuan bejat orang tak dikenal yang berulang kali menghamilinya. Kakaknya pernah dirawat di RSJ Menur Surabaya, namun akhirnya kembali ke rumah tanpa banyak perubahan.
“Kakak saya gak pernah keluar rumah. Setiap hari dikunci, tapi pernah ada orang congkel pintu. Gak tahu siapa,” kisahnya.

Harapan Nenek di Usia Senja

Kini, di usia senja tanpa sosok laki-laki sebagai penopang keluarga, sang nenek hanya bisa menggantungkan harapan pada kebaikan sesama. Tekadnya satu: memastikan cucu kembar itu tetap bisa sekolah dan tidak tercerabut dari pangkuannya. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Kirab Kimsin TITD Kwan Sing Bio: Tamu Luar Daerah Tetap Hadir di Tengah Polemik
Gagal Total di Tengah Euforia: Kirab Kimsin Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Tersandung Izin
DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:38 WIB

Kirab Kimsin TITD Kwan Sing Bio: Tamu Luar Daerah Tetap Hadir di Tengah Polemik

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:22 WIB

Gagal Total di Tengah Euforia: Kirab Kimsin Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Tersandung Izin

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version