Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo menyalurkan 38 unit ambulans desa pada tahun 2026. Armada tersebut akan ditempatkan di 37 desa melalui sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas untuk memperkuat layanan kesehatan dasar, khususnya penanganan kegawatdaruratan medis di tingkat desa.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan bahwa ambulans desa harus benar-benar hadir sebagai layanan publik yang mudah diakses, cepat, dan gratis bagi masyarakat.
“Ambulans desa ini harus bisa digunakan secara cepat dan gratis untuk pelayanan masyarakat, terutama dalam kondisi kegawatdaruratan. Selama ini masih ada keluhan mobil siaga desa sulit dipinjam atau tidak ada di tempat. Karena itu, ambulans desa ini kami pastikan benar-benar standby,” kata Rio, Kamis (29/01/2026).
Layanan Gratis Tanpa Hambatan Administratif
Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Rio, keberadaan ambulans di setiap desa merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertolongan pertama dan memudahkan warga mendapatkan layanan rujukan ke puskesmas maupun rumah sakit tanpa hambatan administratif.
“Semua layanan ambulans desa ini gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun,” tegasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Situbondo untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mempercepat respon kedaruratan, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis kewilayahan.
Distribusi Ambulans Menjangkau Banyak Kecamatan
Penyaluran ambulans desa mencakup wilayah kerja sejumlah UPT Puskesmas, di antaranya Sumbermalang, Jangkar, Jatibanteng, Banyuputih, Asembagus, Arjasa, Kendit, Suboh, Panarukan, Wonorejo, Banyuglugur, Bungatan, Mlandingan, Klampokan, hingga Kapongan.
Setiap unit ambulans ditempatkan di Unit Pelayanan Kesehatan Desa (UPKD), seperti Puskesmas Pembantu (Pustu), Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), maupun rumah bersalin desa.
Rincian Penempatan Ambulans Desa
Di wilayah UPT Puskesmas Sumbermalang, ambulans ditempatkan di Desa Tamansari, Tamankursi, dan Sumberargo.
UPT Puskesmas Jatibanteng menerima alokasi untuk Desa Kembangsari, Curahsuri, Patemon, dan Pategalan.
Sementara UPT Puskesmas Banyuputih mendapat ambulans desa untuk Desa Sumberwaru dan Sumberejo.
UPT Puskesmas Asembagus menjadi salah satu penerima terbanyak dengan penempatan ambulans di Desa Bantal, Wringin Anom, Perante, Kedunglo, dan Mojosari.
UPT Puskesmas Arjasa menerima empat unit ambulans yang ditempatkan di Desa Kayumas, Jatisari, dan Curah Tatal. Desa Kayumas memperoleh dua unit karena memiliki lebih dari satu titik pelayanan kesehatan.
Ambulans desa juga ditempatkan di wilayah UPT Puskesmas Suboh untuk Desa Buduan, Cemara, Mojodungkul, Gunung Putri, dan Gunung Malang.
UPT Puskesmas Panarukan menerima alokasi untuk Desa Duwet dan Sumberkolak, sedangkan UPT Puskesmas Kendit mendapatkan ambulans di Desa Tambak Ukir dan Rajekwesi.
Distribusi juga menjangkau desa-desa lain seperti Wonorejo, Selobanteng, Kalisari, Tepos, Patemon Bungatan, Alas Bayur, Campoan, Battal, Curah Cottok, hingga Desa Bletok.
Seluruh unit ambulans desa ini akan digunakan untuk mendukung layanan rujukan medis dan penanganan kegawatdaruratan masyarakat desa di Kabupaten Situbondo. (Fia)
Editor : Kief















