Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di kawasan industri PT Semen Indonesia Group (SIG), tepatnya di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Selasa sore (21/04/2026). Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil pickup yang diduga hilang kendali saat menghindari seekor kucing.
Kronologi Kejadian
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Jalan Merakurak–Kerek. Berdasarkan keterangan warga setempat, korban yang mengendarai sepeda motor melintas dari arah timur ke barat usai pulang kerja dari kawasan pabrik.
Ilham, salah satu saksi mata, menyebut mobil pickup melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tiba-tiba banting setir.
“Pickup melaju kencang, ada kucing di depan, lalu sopir banting setir dan langsung menabrak pengendara motor,” ujarnya.
Polisi Benarkan Kejadian
Kapolsek Kerek, IPTU Kastur, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar, telah terjadi laka lantas di Jalan Merakurak–Kerek, Desa Sumberarum, sekitar pukul 15.00 WIB,” jelasnya.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, IPTU Eko Sulistyo, mengungkapkan identitas kendaraan dan korban yang terlibat.
Kendaraan pickup bernopol S 8113 HB dikemudikan oleh Choirul Anwar (28), warga Desa Mander, Kecamatan Tambakboyo. Sedangkan korban pengendara motor Yamaha Vega tanpa TNKB diketahui bernama Adi Imam Fatoni (34), warga Desa Margorejo, Kecamatan Kerek.
“Pickup melaju di jalan menikung dari arah barat ke timur dan berada di jalur kanan,” terang IPTU Eko.
Akibat benturan keras tersebut, korban pengendara motor meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk penanganan lebih lanjut.
Pihak SIG Belum Beri Penjelasan
Terkait status korban sebagai pekerja di lingkungan PT Semen Indonesia Group, pihak perusahaan belum memberikan keterangan rinci.
Senior Manager Corporate Communication and CSR SIG Tuban, Dharma Sunyata, menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada vendor tempat korban bekerja.
“Langsung ke vendor yang menaungi korban,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun vendor terkait hubungan kerja korban. (Az)