Tuban – Trotoar di depan RSUD dr Koesma Tuban yang baru dibangun pertengahan tahun lalu kini sudah mengalami kerusakan cukup parah. Banyak keramik yang sebelumnya terpasang rapi kini terkelupas dan pecah, sehingga membahayakan pejalan kaki yang melintas.
Dikeluhkan Pejalan Kaki
Pratama, salah satu pejalan kaki yang kerap melintasi trotoar tersebut, mengaku kerap tersandung akibat keramik yang rusak. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki kerusakan itu karena sangat mengganggu mobilitas warga.
“Kan baru kemarin jadi, kok sekarang sudah banyak yang terkelupas,” keluhnya.
Hal senada disampaikan Setyo, warga lainnya. Ia menilai bahwa trotoar yang layak dan aman merupakan bagian dari dukungan terhadap gaya hidup sehat dan pengurai kemacetan.
“Kalau rusak seperti ini kan membahayakan, padahal jalan kaki itu justru membantu mengurangi kemacetan,” ujarnya.
Trotoar Sering Dijadikan Tempat Parkir Mobil
Ketua Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Tuban, Aizah Tis Inawati, saat dikonfirmasi LiputanSatu.id menyebutkan bahwa kerusakan trotoar di depan RSUD dr Koesma Tuban salah satunya disebabkan oleh beban berat dari kendaraan roda empat yang sering parkir di area tersebut.
“Sering dipakai parkir mobil, jadi pecah,” jelas Aizah.
Baca juga: Tiang Kabel Provider di Trotoar Sepanjang Jalan Teuku Umar Tuban Ganggu Pengguna Jalan
Baca juga: Tiga Proyek Dinas PUPR-PRKP Tuban Diduga Bermasalah, Menuai Sorotan
Masih dalam Masa Pemeliharaan, Trotoar Akan Segera Diperbaiki
Aizah juga menjelaskan bahwa saat ini trotoar tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Artinya, pihak pelaksana proyek masih bertanggung jawab untuk memperbaiki segala bentuk kerusakan yang terjadi. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pelaksana dan perbaikan akan segera dilakukan.
Berdasarkan penelusuran pada laman lpse.tubankab.go.id diperoleh informasi proyek tersebut dikerjakan CV Surya Graha tersebut menggunakan anggaran daerah yang menghabiskan 3,9 milyar rupiah. Dikerjakan 2 Agustus 2024 dan baru saja selesai di tanggal 10 September 2024.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












