Tuban – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban kembali menghadapi hambatan serius. Sebanyak lima dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa menghentikan operasional sementara karena dana operasional dari pemerintah pusat belum juga cair.
Berdasarkan informasi yang dihimpun LiputanSatu.id pada awal Februari 2026, lima dapur SPPG yang saat ini tidak beroperasi masing-masing berada di SPPG Parengan Mergosari, SPPG Merakurak Pongpongan, SPPG Parengan Selogabus, SPPG Tuban Kebonsari, serta SPPG Lajo Kidul 2 di Kecamatan Singgahan.
Dana Banper Belum Di-Top Up BGN
Seorang narasumber LiputanSatu.id yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, terhentinya operasional dapur MBG tersebut disebabkan dana bantuan pemerintah (Banper) yang hingga kini belum dilakukan top up oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dananya belum masuk dari pusat. Karena belum di-top up, dapur tidak bisa beroperasi,” ujarnya.
Mandeknya pencairan dana ini berdampak langsung pada ribuan penerima manfaat Program MBG, baik dari satuan pendidikan formal maupun nonformal, serta kelompok PM 3B. Dampak paling signifikan dirasakan di Kecamatan Parengan.
Distribusi MBG di Parengan Terhenti Total
Selama kurang lebih delapan bulan terakhir, Kecamatan Parengan hanya mengandalkan dua dapur SPPG, yakni Mergosari dan Selogabus, untuk menyuplai menu MBG. Namun kini, akibat dana yang belum cair, seluruh distribusi MBG di wilayah tersebut terhenti total.
“Hari Senin ini dua dapur, Mergosari dan Selogabus, tidak masak karena dana belum cair. Tidak ada distribusi MBG ke sekolah-sekolah,” ungkap salah satu tenaga pendidik di lembaga pendidikan formal di Parengan, Senin (02/02/2026).
Sementara itu, Kepala SPPG Lajo Kidul 2 Singgahan, Iqbal, membenarkan penghentian sementara operasional dapur yang dipimpinnya. Ia menyebut kondisi tersebut masih menunggu pencairan anggaran dari pusat.
“Insya Allah, paling cepat hari ini cair,” tulis Iqbal melalui pesan singkat, Senin (02/02/2026).
Bappeda Tuban: Ada Lima Dapur yang Dananya Belum Cair
Di sisi lain, Kepala Bappeda Kabupaten Tuban yang juga menjabat sebagai Satgas SPPG, Abdul Rakhmat, membenarkan adanya sejumlah dapur MBG di Tuban yang berhenti beroperasi akibat dana dari pemerintah pusat belum diturunkan.
“Dana Banper memang masih belum di-top up dari pusat. Itu tergantung pengajuan dari sana. Kalau sudah di-top up, baru bisa diturunkan,” jelasnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban tersebut juga menegaskan bahwa berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional, terdapat lima dapur SPPG di Tuban yang hingga kini belum menerima pencairan dana.
“Data yang saya terima dari BGN, ada lima SPPG yang dananya memang belum cair,” pungkasnya. (Az)
Editor : Kief















