Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Perbaikan Jalur Nasional Tuban–Lamongan Picu Macet Parah di Widang, Polisi Turun Tangan

- Reporter

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan panjang di jalur nasional Tuban–Lamongan sektor 4.5 Desa Compreng akibat perbaikan jalan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kemacetan panjang di jalur nasional Tuban–Lamongan sektor 4.5 Desa Compreng akibat perbaikan jalan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Ruas jalur nasional sektor 4.5 yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Lamongan mulai diperbaiki. Titik pengerjaan berada di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Dampaknya, arus lalu lintas di lokasi tersebut mengalami kepadatan hingga merayap.
Pengendara yang melintas diimbau untuk mematuhi arahan petugas karena sistem buka-tutup jalur diberlakukan selama proses pengerjaan berlangsung.

Budi, salah seorang pengguna jalan, mengaku hampir satu jam terjebak dalam antrean kendaraan. Ia yang mengemudikan truk besar tidak memiliki ruang untuk mendahului kendaraan lain.
“Ini kalau ngeblong (menerobos arus, red.) halauannya gak ngatasi (tidak cukup),” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang menyempit karena pengerjaan membuat kendaraan besar praktis tidak bisa bergerak cepat. Apalagi saat arus kendaraan dari dua arah sama-sama padat.

Warga Keluhkan Sistem Pengerjaan

Pengendara lain, Ahmad, menyampaikan bahwa kemacetan seperti ini sudah terjadi sejak dua hari terakhir. Penyebabnya adalah proses pengerukan dan perbaikan jalan yang membuat kendaraan hanya bisa menggunakan satu sisi ruas jalan.
“Pengerjaannya lama tapi kayak gak niat, habis dikeruk ditinggal, baru dijalankan lagi,” ucap Ahmad.
Ia berharap pihak kontraktor bisa mempercepat pengerjaan atau mengatur sistem kerja agar tidak terlalu mengganggu arus lalu lintas, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital penghubung Tuban–Lamongan.

Polisi Turunkan Personel Atur Lalu Lintas

Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizky Dwi Prasetya, kepada Liputansatu.id (04/03/2026) menjelaskan bahwa kemacetan terjadi akibat pengerjaan pengerukan, perbaikan, dan penambalan jalan menjelang Hari Raya.
Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan rampung pada tanggal 11 Maret mendatang.
“Ini sudah saya perintahkan anggota untuk menjaga dan mengatur lalu lintas,” ujar IPDA Rizky.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada awalnya pihak kontraktor belum melakukan koordinasi dengan kepolisian sebelum pengerjaan dimulai. Akibatnya, saat pekerjaan dilakukan pada malam hari, kemacetan justru semakin panjang.
Banyak sopir truk yang kelelahan hingga tertidur saat menunggu antrean, sehingga memperparah kepadatan.
“Karena itu kami koordinasikan lebih efektif mana pengerjaan di siang atau malam hari,” jelasnya.

Soroti Pentingnya Rambu Keselamatan

Terkait pemasangan rambu keselamatan bagi pengguna jalan maupun pekerja proyek, IPDA Rizky menyampaikan pihaknya telah memberikan imbauan kepada pelaksana kegiatan.
Ia menegaskan, rambu keselamatan sangat penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Jika ke depan ditemukan kelalaian, pihak kepolisian tidak akan segan memberikan teguran.
“Selain itu kami juga berkoordinasi dengan Supeltas untuk membantu mengatur dan mengamankan jalan,” imbuhnya.

Imbauan untuk Pengendara

Satlantas Polres Tuban mengimbau seluruh pengendara agar tetap berhati-hati saat melintas di lokasi perbaikan. Pengendara juga diminta tidak menerobos arus atau melawan arah karena dapat menghambat pengerjaan serta memperparah kemacetan.
“Patuhi arahan petugas yang mengatur lalu lintas,” pungkasnya.
Dengan adanya pengaturan dari kepolisian serta koordinasi yang lebih intensif dengan kontraktor, diharapkan arus lalu lintas di jalur nasional sektor 4.5 Desa Compreng dapat kembali lancar sebelum puncak arus mudik mendatang. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta
Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi
Lapangan Kerja Terbatas, 73 Warga Tuban Pilih Merantau ke Hong Kong dan Taiwan
Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban
DPRD Tuban Minta Evaluasi Debu Klinker SBI yang Dikeluhkan Warga
Bangunan SDN Kuthorejo 3 Tuban Roboh, Dinas Pendidikan Pastikan Tidak Ada Korban

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:36 WIB

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:46 WIB

Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:02 WIB

Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban

Berita Terbaru

Tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di PT Swabina Gatra Rembang diamankan di Polsek Jatirogo, Tuban. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa training card, sertifikat kompetensi, bukti transfer, serta perlengkapan kerja yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:36 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id