Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

BIG Luncurkan SATARA, Inovasi Dolomit Dukung Kedaulatan Pangan Nasional

- Reporter

Senin, 20 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Indonesia Grup meluncurkan SATARA, inovasi dolomit untuk memulihkan kesuburan tanah dan mendukung kedaulatan pangan nasional, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Bandar Indonesia Grup meluncurkan SATARA, inovasi dolomit untuk memulihkan kesuburan tanah dan mendukung kedaulatan pangan nasional, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Bandar Indonesia Grup (BIG), konglomerat nasional dengan ratusan anak perusahaan, memperkenalkan inovasi terbaru di sektor mineral pertanian melalui peluncuran merek dolomit SATARA. Produk ini diklaim mampu menjadi solusi jangka panjang bagi pemulihan kesuburan tanah sekaligus mendukung kedaulatan pangan nasional.
Peluncuran SATARA dijadwalkan berlangsung pada 9 Desember 2025, melalui anak usaha BIG, Bandar Dolomit Nusantara Grup atau BANDORA Grup.
“SATARA adalah Sahabat Tanah Nusantara. Kami hadir untuk mengembalikan kesuburan tanah yang selama ini banyak tergerus akibat pemupukan tak seimbang dan degradasi lingkungan,” ujar HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, pendiri sekaligus pemilik SATARA, Senin (20/10/2025).

Terdaftar di DJKI dan Menuju e-Katalog LKPP

Merek dagang SATARA telah resmi didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pada 17 Oktober 2025. Selain itu, BIG juga tengah memproses pendaftaran SATARA ke dalam e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Langkah ini dianggap strategis agar SATARA dapat menjangkau pasar pengadaan pemerintah serta petani di seluruh Indonesia melalui sistem daring.

Ekspansi 99 Tambang Dolomit dan Dua Pabrik Baru

Sebagai bagian dari ekspansi industri dolomit nasional, BIG menargetkan pembukaan 99 titik tambang dolomit di wilayah Gresik, Lamongan, dan Tuban dalam lima bulan ke depan. Langkah ini diambil untuk mempercepat distribusi dolomit SATARA sebelum bulan Ramadan 2026, yang diperkirakan jatuh pada minggu ketiga Februari.
Selain tambang, BIG juga berencana membangun dua pabrik pengolahan dolomit di Lamongan dan Tuban, dengan kapasitas produksi hingga 1 juta metrik ton per bulan.
“Selama masa konstruksi pabrik, kami akan menggandeng pabrikan lokal melalui skema kemitraan upah giling, agar proses produksi tetap berjalan,” tambah Khalilur.

Menjawab Krisis Kesuburan Tanah Nasional

Dolomit dikenal mengandung kalsium dan magnesium, dua unsur penting untuk menetralkan keasaman tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Penggunaan dolomit secara rutin dapat memperbaiki struktur tanah sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia sintetis.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu penurunan kesuburan tanah menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama di lahan-lahan pertanian intensif. Melalui SATARA, BIG ingin menghadirkan inovasi berbasis mineral alami untuk menjaga keseimbangan ekosistem tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.

Dukung Kedaulatan Pangan Indonesia

Kehadiran SATARA menjadi bagian dari strategi besar BIG dalam mendorong kedaulatan pangan nasional, dengan memastikan tanah petani tetap subur, produktif, dan mampu mencukupi kebutuhan pangan domestik.
“SATARA bukan hanya soal dolomit, tapi soal masa depan tanah Indonesia,” pungkas Khalilur. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Permenaker Baru Dinilai Rugikan Pekerja, Buruh di Tuban Ancam Turun Jalan
Kabel Provider Masih Semrawut di Tuban, DPRD Dorong Perda Utilitas
Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?
Internet Desa Dikeluhkan Lemot dan Mahal, DPRD Tuban Hentikan Audiensi
Kecelakaan Tunggal Innova Hantam Becak di Tuban, Dua Penumpang Misterius Luka Berat
Rencana Giant Sea Wall Jatim Dikritik, Akademisi: Solusi Instan Berisiko Rusak Ekosistem Pesisir
Blokade Gate 3 SIG Tuban Berlanjut, Disnakerin Sebut Terkendala Tender Belum Final
Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Depan DPRD Tuban, Diduga Terabaikan Sistem Sosial

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:11 WIB

Permenaker Baru Dinilai Rugikan Pekerja, Buruh di Tuban Ancam Turun Jalan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:25 WIB

Kabel Provider Masih Semrawut di Tuban, DPRD Dorong Perda Utilitas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54 WIB

Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:29 WIB

Internet Desa Dikeluhkan Lemot dan Mahal, DPRD Tuban Hentikan Audiensi

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:31 WIB

Rencana Giant Sea Wall Jatim Dikritik, Akademisi: Solusi Instan Berisiko Rusak Ekosistem Pesisir

Berita Terbaru

Kepala Diskominfo SP Tuban, Arif Handoyo, saat memberikan keterangan terkait hasil verifikasi dan validasi (verval) data ekonomi masyarakat yang hingga kini masih dalam tahap pengolahan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id