Tuban – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan yang tengah direkonstruksi. Dua pemuda asal Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban, mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak gundukan material di jalur Semanding–Bektiharjo, Sabtu (03/01/2026) petang.
Peristiwa ini bukan sekadar insiden tunggal. Ia menegaskan satu persoalan klasik dalam proyek infrastruktur daerah: pekerjaan jalan berjalan, tetapi mitigasi risiko sering tertinggal.
Gundukan Material Diduga Tanpa dipasang Rambu Peringatan
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.15 WIB, tepat di depan gapura wisata Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Dua korban, Suandik Iswanto (27) dan Darno (32), terjatuh setelah menabrak tumpukan material jenis pedel yang berada di badan jalan.
Saksi mata, Anton, menyebut material tersebut diduga baru diturunkan pada sore hari. Namun hingga malam tiba, tidak terlihat rambu peringatan maupun lampu penerangan yang memadai di sekitar lokasi.
“Siangnya belum ada. Sepertinya baru di-drop sore. Tapi tidak ada tanda apa pun. Karena gelap, pengendara kaget dan langsung menabrak,” ujarnya.
Polisi: Pengendara Kurang Antisipasi Kondisi Jalan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Ipda Eko Sulistyo, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil olah TKP, sepeda motor tanpa nomor polisi yang dikendarai korban melaju dari arah utara ke selatan sebelum akhirnya menabrak gundukan material di lajur kiri.
“Diduga pengemudi kurang konsentrasi terhadap situasi di depan, sehingga menabrak material dan terjatuh,” jelasnya.
Kedua korban mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Medika Mulia Tuban. Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp500.000.
Proyek Jalan APBD 2025 Masuk Tahap Finishing
Namun, yang patut digarisbawahi bukan hanya faktor pengendara. Lokasi kecelakaan diketahui sedang dalam tahap finishing rekonstruksi jalan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tuban tahun anggaran 2025. Pada tahap inilah seharusnya aspek keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian utama.
Pekerjaan infrastruktur tidak berhenti pada hamparan aspal dan susunan material. Keselamatan publik adalah bagian dari konstruksi itu sendiri. Tanpa rambu, lampu peringatan, atau pengamanan sederhana, material proyek di badan jalan berubah menjadi potensi bahaya, terutama saat malam hari dan di jalur dengan penerangan minim.
Minim Mitigasi Risiko Jadi Sorotan Publik
Kasus ini menambah daftar kecelakaan yang terjadi bukan karena jalan rusak, melainkan karena pengelolaan proyek yang abai terhadap risiko. Ketika pembangunan dikejar target fisik, tetapi pengamanan di lapangan dianggap urusan sepele, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar progres pekerjaan, melainkan nyawa pengguna jalan.
Perbaikan jalan seharusnya menghadirkan rasa aman, bukan justru menambah ancaman baru. Tanpa evaluasi serius terhadap standar pengamanan proyek, kecelakaan serupa berpotensi kembali terulang—di lokasi dan korban yang berbeda. (Aj)
Editor : Kief












