Tuban – Deru mesin kendaraan berat kini menjadi latar suara baru di Dusun Mbetis, kawasan perbatasan Desa Sambongrejo dan Desa Ngino, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. PT Pertamina mulai mengonversi hamparan tegalan warga menjadi tapak sumur (well pad) migas, menandai babak baru eksplorasi cadangan energi di wilayah Tuban Selatan.
Land Clearing Intensif, Akses Jalan Mulai Diperkeras
Pantauan di lapangan pada Rabu (07/01/2026) menunjukkan aktivitas land clearing atau penyiapan lahan kian intens. Sejumlah alat berat seperti ekskavator tampak melakukan pekerjaan cut and fill (kupas-urug), disertai pengerasan akses jalan menuju lokasi proyek.
Arus lalu lintas dump truk pengangkut material urukan juga terlihat meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Warga Sebut Material Urukan Diduga dari Luar Kecamatan
Salah seorang warga setempat berinisial W mengatakan, kendaraan berat hilir mudik membawa material jenis pedel untuk pengerasan jalan menuju lokasi pengeboran.
“Sering melihat dump truk riwa-riwi mengangkut material pedel buat pengurukan dan pengerasan akses jalan masuk ke lokasi. Informasi yang kami terima, katanya untuk pengeboran Pertamina,” ujarnya.
Hal senada disampaikan S, seorang petani tembakau yang lahannya tak jauh dari proyek. Ia menyebut aktivitas kendaraan besar kini menjadi pemandangan harian.
“Kadang truk datang dari arah selatan lewat Desa Ngino, kadang lewat jalur lain seperti Desa Penambangan dan Desa Genaharjo,” katanya.
Kades Sambongrejo: Proyek Sudah Direncanakan Lama
Kepala Desa Sambongrejo, Sulasim, mengonfirmasi bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari rencana pengeboran cadangan gas bumi oleh Pertamina. Lokasi pengeboran berada sekitar 1,5 kilometer ke arah timur dari jalan poros desa.
“Betul, lokasinya di Dusun Mbetis. Proyek ini sudah direncanakan cukup lama,” kata Sulasim melalui pesan singkat.
Ribuan Meter Persegi Lahan Warga Telah Dibebaskan
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pengeboran ini berdiri di atas lahan hasil pembebasan milik warga setempat. Untuk titik pengeboran, Pertamina telah mengamankan lahan seluas 11.806 meter persegi dari enam warga Desa Sambongrejo.
Sementara itu, untuk kebutuhan akses jalan, lahan seluas 5.870,6 meter persegi milik 19 warga, termasuk tiga warga Desa Ngino, juga telah dibebaskan.
PT Estu Barata Jadi Mitra Pelaksana Teknis
Sulasim menambahkan, pengerjaan teknis di lapangan saat ini berada di bawah kendali mitra pelaksana proyek.
“Sejauh yang kami tahu, kegiatannya dilakukan oleh PT Estu Barata dari Jakarta,” tuturnya.
Keterlibatan PT Estu Barata Naca Energi (EBNE) menegaskan posisinya sebagai pemain kunci di blok tersebut. EBNE merupakan anak perusahaan PT Sky Star Region Energy, pemegang Kerja Sama Operasi (KSO) di wilayah Tuban Selatan sejak Oktober 2019.
Target Pengeboran Masih Tertutup
Meski progres lapangan menunjukkan percepatan pada tahap infrastruktur dasar, informasi mengenai target spud date (tajak sumur) serta estimasi cadangan gas di titik Dusun Mbetis masih belum terbuka ke publik.
Hingga berita ini diturunkan, pewarta masih berupaya mendapatkan keterangan resmi dari Pertamina maupun pihak KSO terkait timeline operasional penuh serta dampak lanjutan proyek eksplorasi migas tersebut. (Aj)
Editor : Kief















