Tuban – Kasus pencurian sapi di Kabupaten Tuban kembali terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha. Peristiwa yang terus berulang dalam tiga tahun terakhir itu kini memicu keresahan masyarakat sekaligus pertanyaan besar terkait keseriusan pengungkapan kasus oleh aparat penegak hukum.
Warga menilai pencurian sapi di Tuban seolah menjadi kejahatan musiman yang selalu muncul setiap mendekati Idul Adha. Namun hingga kini belum ada satu pun kasus yang berhasil terungkap secara jelas kepada publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputansatu.id, pada tahun 2024 terdapat empat ekor sapi hilang, kemudian pada 2025 terdapat dua kasus kehilangan sapi. Sementara pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi enam ekor sapi hilang.
Tahun ini, empat ekor sapi dilaporkan hilang di Kecamatan Merakurak dan dua ekor lainnya hilang di Kecamatan Jenu.
Polisi Akui Ada Dua Laporan Resmi
Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam mengatakan hingga saat ini terdapat dua laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait kehilangan sapi.
“Sementara ada 2 yang melapor dari kejadian yang ada,” ujarnya kepada awak media.
Menurutnya, Satreskrim Polres Tuban saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam dengan memintai keterangan sejumlah pihak serta melakukan pengecekan CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Kami mohon doanya,” ujarnya.
Warga Mulai Pertanyakan Hasil Pengungkapan
Berulangnya kasus pencurian sapi tanpa adanya pengungkapan membuat sebagian masyarakat mulai mempertanyakan efektivitas penanganan aparat. Terlebih kasus serupa terus muncul dengan pola yang hampir sama setiap tahunnya.
Masyarakat berharap kepolisian tidak hanya memberikan imbauan kewaspadaan, namun juga mampu membuktikan pengungkapan kasus yang selama ini meresahkan para peternak.
Saat disinggung mengenai kasus kehilangan sapi yang terus terjadi setiap tahun namun belum berhasil diungkap, AKP Bobby memastikan pihaknya akan memberikan perhatian serius terhadap perkara tersebut.
“Pasti kita atensi, mengingat sebentar lagi Hari Raya Idul Adha,” katanya.
Polisi Imbau Warga Tingkatkan Pengamanan
Selain melakukan penyelidikan, polisi juga meminta masyarakat meningkatkan pengamanan mandiri terhadap hewan ternak, termasuk memasang CCTV di sekitar kandang.
“Bisa memasang CCTV untuk memudahkan mengungkap pelaku,” ujar AKP Bobby.
Ia juga mengimbau tokoh masyarakat dan warga untuk mengaktifkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing guna mencegah kembali terjadinya pencurian ternak.
Meski demikian, masyarakat berharap langkah pengamanan mandiri itu juga diimbangi dengan pengungkapan nyata dari aparat, mengingat kasus pencurian sapi di Tuban sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa titik terang. (Az)












