Kasus PMK di Jatim Melonjak: Pemprov Perketat Pengawasan dan Percepat Penanganan

- Reporter

Sabtu, 4 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono,(Ist).

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono,(Ist).

SURABYA, JATIM – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali ditemukan di 30 kabupaten/kota di Jawa Timur pada awal Januari 2025. Jumlah kasus aktif mencapai 6.072, mengalami peningkatan signifikan sejak Desember 2024.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab lonjakan kasus ini. “Pada 2022, PMK sempat menjadi wabah darurat. Namun, kasus kali ini dipengaruhi oleh musim dan peredaran sapi dari luar Jawa Timur. Jika peredaran sapi tidak dijaga dengan ketat, risiko penularan tetap ada,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (3/1/2025).

Langkah Pemprov Jatim Mengatasi PMK

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jatim memperketat arus keluar-masuk hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Jawa Timur. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota terdampak, serta kementerian pertanian untuk memverifikasi kondisi sapi yang terpapar,” jelas Adhy.

Selain itu, Pemprov akan mengalokasikan suplai obat, vaksin, dan vitamin untuk percepatan penanganan. “Kami memastikan pengobatan langsung, vaksinasi, dan distribusi obat oleh Disnak Jatim dan kabupaten/kota. Anggaran tahun ini juga ditambah untuk mendukung langkah tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Pemeriksaan Ketat di Pasar Hewan Lumajang, Satu Sapi Positif PMK Ditemukan

Baca juga: Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

Edukasi dan Koordinasi Lintas Wilayah

Adhy juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Dirjen Peternakan serta bupati dan wali kota di daerah terdampak. “Kami meminta penanganan khusus di daerah yang terkena PMK, serta mengedukasi masyarakat agar penyakit ini cepat terkendali,” pungkasnya.

Upaya sinergis ini diharapkan dapat menekan penyebaran dan mengurangi tingkat kematian hewan ternak di Jawa Timur.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Indonesia Asri Digencarkan, Satpol PP Tuban Tertibkan Reklame Kedaluwarsa dan Rusak
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB