Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Kasus PMK di Jatim Melonjak: Pemprov Perketat Pengawasan dan Percepat Penanganan

- Reporter

Sabtu, 4 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono,(Ist).

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono,(Ist).

SURABYA, JATIM – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali ditemukan di 30 kabupaten/kota di Jawa Timur pada awal Januari 2025. Jumlah kasus aktif mencapai 6.072, mengalami peningkatan signifikan sejak Desember 2024.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab lonjakan kasus ini. “Pada 2022, PMK sempat menjadi wabah darurat. Namun, kasus kali ini dipengaruhi oleh musim dan peredaran sapi dari luar Jawa Timur. Jika peredaran sapi tidak dijaga dengan ketat, risiko penularan tetap ada,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (3/1/2025).

Langkah Pemprov Jatim Mengatasi PMK

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jatim memperketat arus keluar-masuk hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Jawa Timur. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota terdampak, serta kementerian pertanian untuk memverifikasi kondisi sapi yang terpapar,” jelas Adhy.

Selain itu, Pemprov akan mengalokasikan suplai obat, vaksin, dan vitamin untuk percepatan penanganan. “Kami memastikan pengobatan langsung, vaksinasi, dan distribusi obat oleh Disnak Jatim dan kabupaten/kota. Anggaran tahun ini juga ditambah untuk mendukung langkah tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Pemeriksaan Ketat di Pasar Hewan Lumajang, Satu Sapi Positif PMK Ditemukan

Baca juga: Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

Edukasi dan Koordinasi Lintas Wilayah

Adhy juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Dirjen Peternakan serta bupati dan wali kota di daerah terdampak. “Kami meminta penanganan khusus di daerah yang terkena PMK, serta mengedukasi masyarakat agar penyakit ini cepat terkendali,” pungkasnya.

Upaya sinergis ini diharapkan dapat menekan penyebaran dan mengurangi tingkat kematian hewan ternak di Jawa Timur.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai
Hampir Dua Tahun Bergulir, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Masih Tahap Pemeriksaan Saksi
Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital
Keluhan Pelanggan Menumpuk, Pertamina Bungkam Soal Pelayanan SPBU Tambakboyo
Ana Khozanah Resmi Pimpin PKB Tuban, Bidik Kemenangan Pilkada 2029
Solikin Hilang di Laut Utara Lamongan,  Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian
Ketua PPP Tuban: Kepengurusan Baru Bukti Soliditas Kader Hadapi Dinamika Politik
Harga Pertamax Naik, ASN Tuban Keluhkan Biaya Operasional Kendaraan Dinas

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:48 WIB

Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:24 WIB

Hampir Dua Tahun Bergulir, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Masih Tahap Pemeriksaan Saksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:47 WIB

Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:29 WIB

Keluhan Pelanggan Menumpuk, Pertamina Bungkam Soal Pelayanan SPBU Tambakboyo

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:37 WIB

Ana Khozanah Resmi Pimpin PKB Tuban, Bidik Kemenangan Pilkada 2029

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id