Peristiwa Tragis di Desa Bogang, Jenu, Tuban
Tuban – Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor di Jalan Raya Tuban–Bancar, tepatnya di Desa Bogang, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pada Senin (12/05/2025) sore. Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, melibatkan sepeda motor Honda PCX dan sebuah truk tronton.
Identitas Korban dan Kronologi Kecelakaan
Korban tewas diketahui bernama Khusaini Usman (42), warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo. Saat kejadian, Khusaini mengendarai sepeda motor bernomor polisi S 4046 GT, membonceng seorang pelajar bernama M. Iltizam Aushofil Khasan (15), yang juga berasal dari desa yang sama.
Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban IPTU Eko Sulistiyono, kecelakaan terjadi saat Khusaini mencoba mendahului kendaraan lain dari sisi kiri. Diduga kehilangan kendali, sepeda motornya menyenggol truk tronton bernomor polisi W 8794 UD yang dikemudikan oleh Muliono (58), warga Trowulan, Mojokerto.
“Sepeda motor jatuh dan pengendara mengalami benturan keras dengan jalan,” jelas IPTU Eko.
Korban Tewas di Tempat, Penumpang Luka Berat
Akibat benturan keras, Khusaini meninggal dunia di lokasi kejadian karena mengalami luka parah. Sementara itu, penumpangnya, M. Iltizam Aushofil Khasan, mengalami luka berat dan segera dilarikan ke RSUD Tuban untuk mendapatkan perawatan intensif.
Petugas menyatakan bahwa kecelakaan ini tergolong dalam kategori tabrak samping. Kondisi jalan saat itu lurus dengan lalu lintas yang cenderung sepi dan cuaca cerah. Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai Rp1 juta.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Imbauan Keselamatan
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa kendaraan yang terlibat, dokumen kendaraan, serta surat izin mengemudi. Proses olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, dan penyelidikan lebih lanjut juga telah dilakukan.
Sebagai langkah preventif, IPTU Eko mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, khususnya saat mendahului kendaraan lain.
“Jangan ambil risiko dengan manuver berbahaya,” tegasnya.(Az)















