Tanggul Sungai Welang Jebol, Warga Terancam Banjir
PASURUAN, JATIM – Tanggul Sungai Welang di Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, mengalami jebol pada Minggu (2/1/2025). Kondisi ini meningkatkan risiko banjir di permukiman warga, terutama saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Timur segera melakukan perbaikan dengan menerapkan metode eco river. Perbaikan tanggul ini bertujuan untuk mencegah banjir yang dapat berdampak buruk bagi warga sekitar, termasuk ancaman kerusakan rumah, fasilitas umum, serta gangguan aktivitas sehari-hari.
Metode Eco River untuk Penguatan Tanggul
Metode eco river dipilih sebagai solusi penguatan tanggul karena dinilai lebih ramah lingkungan dan efektif dalam mengatasi erosi. Teknik ini dilakukan dengan memasang anyaman kayu bambu di sisi tanggul, yang kemudian diisi dengan karung berisi pasir atau tanah sebagai penguat.
Penerapan metode ini dilakukan di beberapa titik yang rawan jebol serta di bagian aliran sungai yang berkelok, seperti di Dusun Duyo dan Rujak Sente, Desa Sukorejo. Selain memperkuat struktur tanggul, teknik ini juga berfungsi untuk memperlancar aliran air agar tidak mudah menyebabkan genangan atau banjir.
Pengerjaan Melibatkan Warga Setempat
Panjang anyaman bambu yang dipasang mencapai 50 meter, dan proses pengerjaannya melibatkan warga setempat. Selain mempercepat penyelesaian proyek, keterlibatan masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sungai dan tanggul.
Menurut Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sungai Welang-Pekalen, Anton Dharma, teknik eco river memberikan manfaat ganda, yaitu sebagai penahan luapan air sekaligus mencegah longsor, terutama saat musim hujan tiba.
“Kami berharap pemasangan tanggul dengan metode ini lebih kuat dibandingkan sand bag biasa, sehingga dapat bertahan lebih lama dan mengurangi risiko banjir ke permukiman warga,” ujar Anton, Senin (3/2/2025).
Baca juga: Banjir di Pasuruan Belum Surut, Sebagian Warga Memilih Mengungsi
Keunggulan Metode Eco River Dibanding Sand Bag
Dibandingkan dengan metode sand bag (karung pasir) biasa, teknik eco river memiliki beberapa keunggulan:
- Lebih Kokoh dan Tahan Lama
Anyaman bambu memberikan daya tahan lebih tinggi terhadap arus air dan tekanan tanah.
- Ramah Lingkungan
Bambu merupakan bahan alami yang mudah terurai dan tidak mencemari lingkungan.
- Mudah Diterapkan dan Biaya Lebih Murah
Bahan yang digunakan mudah didapat dan dapat dikerjakan oleh masyarakat sekitar.
- Mencegah Erosi dan Longsor
Struktur bambu membantu menjaga kestabilan tanah di sekitar tanggul.
Baca juga: Banjir Rendam Jalan Raya Arjosari Pasuruan, Lalu Lintas Dialihkan
Antisipasi Banjir di Permukiman Warga
Sebagai langkah antisipasi tambahan, pemerintah daerah juga mengimbau warga sekitar untuk ikut serta dalam pemantauan kondisi tanggul, terutama saat curah hujan tinggi. Upaya normalisasi sungai dan perbaikan tanggul yang rusak lainnya akan terus dilakukan secara bertahap guna mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Perbaikan tanggul di Sungai Welang ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mitigasi bencana banjir di Kabupaten Pasuruan. Dengan penerapan metode eco river, diharapkan tanggul dapat lebih kuat dan mampu melindungi warga dari ancaman banjir di musim hujan mendatang.(Pur/Din)
Editor : Mukhyidin khifdhi












