Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Petani Tuban Kembali Kesulitan Pupuk Subsidi, DPRD Desak Evaluasi Data Penerima

- Reporter

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD dari Fraksi Partai NasDem, Luqman Hakim, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait menelusuri polemik kuota pupuk subsidi yang dikeluhkan petani, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Anggota Komisi III DPRD dari Fraksi Partai NasDem, Luqman Hakim, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait menelusuri polemik kuota pupuk subsidi yang dikeluhkan petani, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

TUBAN — Kelangkaan pupuk bersubsidi kembali mencuat di Kabupaten Tuban. Sejumlah petani di Kecamatan Kerek mengaku kesulitan memperoleh pupuk pada Musim Tanam (MT) I dan MT II, periode krusial yang menentukan fase pertumbuhan tanaman sekaligus proyeksi hasil panen.

Keterlambatan maupun keterbatasan pasokan pupuk pada masa tanam awal berdampak langsung terhadap kualitas perawatan tanaman. Pemupukan yang tidak tepat waktu berpotensi menurunkan produktivitas, bahkan memicu gagal panen pada komoditas utama seperti padi, jagung, dan kacang.

Persoalan tersebut mendapat perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Tuban. Anggota Komisi III, Lukman Hakim, menilai problem pupuk subsidi tidak dapat dipahami sebatas ada atau tidaknya stok di gudang.

“Perlu evaluasi menyeluruh. Ini bukan hanya soal ketersediaan, tetapi juga distribusi, validitas data penerima, serta ketepatan alokasi berdasarkan luas lahan,” ujarnya.

Menurut dia, ketidaktepatan distribusi akan menciptakan ketimpangan di tingkat petani. Jika berlarut-larut, kondisi ini bukan hanya merugikan petani secara ekonomi, tetapi juga berpotensi mengganggu target produksi pertanian daerah, bahkan agenda swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah pusat.

Komisi III mendesak dinas teknis melakukan evaluasi sistem penyaluran pupuk bersubsidi dari hulu ke hilir, mulai gudang distributor hingga kios resmi. Pupuk, kata Lukman, harus tersedia tepat waktu, khususnya menjelang dan saat MT I serta MT II berlangsung.

Selain itu, pembaruan data petani melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) maupun Simlutan dinilai mendesak agar kuota pupuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Akurasi data menjadi kunci agar subsidi tidak salah sasaran atau menimbulkan kekosongan di wilayah tertentu.

Pengawasan di tingkat kios juga perlu diperketat untuk mencegah praktik penjualan di luar ketentuan, termasuk potensi distribusi tidak sesuai jadwal.

Di tingkat petani, keresahan kian terasa. Junaedi, petani asal Desa Temayang, Kecamatan Kerek, mengungkapkan bahwa selama musim tanam, sejumlah kios hanya melakukan penebusan pupuk satu kali dalam sebulan. Ironisnya, penebusan justru lebih sering terjadi setelah masa tanam usai.

“Kalau pupuk datang setelah masa tanam selesai, tentu tidak banyak membantu. Perawatan tidak maksimal dan hasil panen menurun. Jagung, padi, bahkan kacang yang kami tanam hampir gagal,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari petani di Desa Karanglo, Gaji, dan Padasan. Petani di Desa Gaji menyebut stok pupuk subsidi yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota kelompok tani.

Para petani berharap ada prioritas distribusi pada masa tanam awal agar kebutuhan pupuk terpenuhi tepat waktu. Bagi mereka, kepastian pupuk bukan sekadar persoalan teknis distribusi, melainkan penentu keberhasilan panen dan keberlangsungan ekonomi keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Tuban, Eko Julianto, belum memberikan tanggapan atas keluhan tersebut. (Az/Kiev).

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta
Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi
Lapangan Kerja Terbatas, 73 Warga Tuban Pilih Merantau ke Hong Kong dan Taiwan
Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban
DPRD Tuban Minta Evaluasi Debu Klinker SBI yang Dikeluhkan Warga

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:59 WIB

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:36 WIB

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:46 WIB

Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi

Berita Terbaru

Tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di PT Swabina Gatra Rembang diamankan di Polsek Jatirogo, Tuban. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa training card, sertifikat kompetensi, bukti transfer, serta perlengkapan kerja yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:36 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id