Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban

- Reporter

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD dr Koesma Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

RSUD dr Koesma Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Penurunan akreditasi RSUD dr Koesma Tuban dari status paripurna menjadi utama mendapat respons dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban.
Plt. Kepala Dinkes P2KB Tuban, Atiek Supartiningsih, menjelaskan bahwa penurunan tersebut disebabkan belum optimalnya integrasi Elektronik Rekam Medis (ERM) ke platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan RI.

Kendala ERM Radiologi Jadi Penyebab

Menurut Atiek, kendala utama terletak pada sistem ERM di bagian radiologi yang belum mencapai standar 100 persen.
“Jadi itu masalah IT, tapi tidak sampai mengganggu layanan,” ujarnya kepada Liputansatu.id.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan implementasi ERM sudah berjalan, namun karena ada kendala teknis di radiologi, capaian integrasi hanya berada di angka sekitar 85 persen.
“Harusnya 100 persen, tapi karena radiologi ada masalah IT jadi sekitar 85 persen,” tambahnya.

Masalah Sudah Diatasi, Tinggal Tunggu Evaluasi

Dinkes memastikan bahwa permasalahan tersebut kini telah diperbaiki. Pihaknya juga telah mengirimkan surat ke Kementerian Kesehatan untuk proses evaluasi ulang.
“Kita tinggal menunggu balasan surat untuk mengembalikan akreditasi,” jelas Atiek.

Meski terjadi penurunan status akreditasi, Dinkes menegaskan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal, bahkan disebut mengalami peningkatan.
“Ini tidak mengganggu pelayanan bagi pasien,” tegasnya.

Akreditasi Turun Sejak Awal Tahun

Penurunan akreditasi RSUD dr Koesma Tuban terjadi sejak awal tahun 2026. Rumah sakit yang sebelumnya meraih predikat paripurna kini turun menjadi utama karena belum memenuhi standar integrasi sistem digital yang ditetapkan pemerintah pusat.
Meski demikian, akreditasi tetap menjadi salah satu indikator penting yang mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. (Az)

Berita Terkait

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Jelang Muktamar NU ke-35, Peta Koalisi dan Kekuatan Suara Mulai Mengemuka
Puskesmas Gaji Tuban Tanpa Dokter, Warga Keluhkan Sulitnya Konsultasi Medis
Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh
Solar di Tuban Mulai Langka, Pertamina Patra Niaga: Akan Kami Cek

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Kamis, 30 April 2026 - 20:13 WIB

Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik

Kamis, 30 April 2026 - 08:22 WIB

Jelang Muktamar NU ke-35, Peta Koalisi dan Kekuatan Suara Mulai Mengemuka

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id