Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Dua Kapal Nelayan Terbakar di Selat Bali, Pemadaman Masih Berlangsung

- Reporter

Senin, 2 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden kebakaran hebat melanda dua kapal nelayan, Kapal Motor Bahtera Makmur dan Kapal Motor Dinda Jaya.(Ist)

Insiden kebakaran hebat melanda dua kapal nelayan, Kapal Motor Bahtera Makmur dan Kapal Motor Dinda Jaya.(Ist)

BANYUWANGI, JATIM – Insiden kebakaran hebat melanda dua kapal nelayan, Kapal Motor Bahtera Makmur dan Kapal Motor Dinda Jaya, yang berada di perairan Selat Bali, dekat pantai Hotel Baru 2 Beach, Ketapang, Banyuwangi. Kejadian ini berlangsung pada Senin siang (2/12) sekitar pukul 14.30 WIB, mengejutkan warga dan nelayan setempat yang berada di lokasi.

Menurut Kusuma Atmaja, seorang warga yang menyaksikan kebakaran dari jarak dekat, api tiba-tiba membesar dari bagian lambung salah satu kapal. “Saya melihat dari kejauhan, asap tiba-tiba membumbung dari atas kapal yang terbakar. Ada dua kapal yang terbakar,” ungkap Kusuma. Api dengan cepat melahap kedua kapal, menciptakan kepulan asap tebal yang terlihat hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Proses Pemadaman yang Berlangsung Dramatis

Hingga pukul 14.44 WIB, upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan. Kapal Tugboat PB Perkas 07, bersama dua tugboat tambahan dan satu kapal supply yang dikerahkan oleh KSOP Tanjungwangi Banyuwangi, terus berusaha memadamkan api. Koordinator Embarkasi Debarkasi KSOP Tanjungwangi, Ade Sucipto, mengungkapkan bahwa operasi pemadaman ini memerlukan strategi yang hati-hati karena intensitas api yang sangat besar.

“Petugas di lapangan sedang berusaha maksimal. Kami juga harus memperhatikan keselamatan para kru pemadam, karena situasinya cukup sulit dengan angin yang bertiup kencang di perairan,” ujar Ade Sucipto.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, api terus menyala hebat dan melahap habis dua kapal tersebut. Para petugas pemadam menghadapi tantangan besar karena keberadaan bahan bakar yang mudah terbakar di dalam kapal.

Belum Diketahui Penyebab dan Dampaknya

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Tim penyelidik yang dikerahkan oleh KSOP akan mulai bekerja setelah api berhasil dipadamkan. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran ini. Namun, setelah situasi lebih terkendali, kami akan segera melakukan investigasi,” tambah Ade Sucipto.

Selain itu, jumlah korban jiwa dan kerugian material juga belum dapat dipastikan. Belum ada laporan resmi mengenai apakah ada awak kapal yang berada di atas kapal saat kebakaran terjadi.

Kepanikan Warga dan Nelayan

Peristiwa kebakaran ini tidak hanya memengaruhi kapal yang terbakar, tetapi juga menimbulkan kepanikan di kalangan nelayan yang berada di sekitar lokasi. Beberapa kapal nelayan yang berlabuh di dekat tempat kejadian langsung memindahkan posisinya untuk menghindari bahaya. Warga yang tinggal di pesisir pantai juga turut menyaksikan dengan cemas, sementara sejumlah petugas berusaha menenangkan situasi.

“Biasanya kami merasa aman saat kapal berlabuh dekat pantai, tapi melihat kejadian ini, kami jadi was-was. Apalagi, angin di Selat Bali cukup kencang akhir-akhir ini,” ujar Agus, seorang nelayan setempat.

Seruan untuk Peningkatan Keselamatan

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden kebakaran kapal di perairan Selat Bali. Para ahli dan otoritas maritim mendesak peningkatan standar keselamatan bagi para nelayan dan kapal yang beroperasi di kawasan ini. Penggunaan bahan bakar yang aman, pemeliharaan rutin kapal, dan pelatihan tanggap darurat menjadi beberapa hal yang ditekankan.

“Keselamatan di laut bukan hanya tentang menghindari badai, tapi juga memastikan kapal berada dalam kondisi yang layak. Kejadian seperti ini mengingatkan kita semua untuk lebih waspada,” kata Dr. Irwan Hidayat, pakar keselamatan pelayaran dari Universitas Maritim Indonesia.

Penanganan Lanjutan

KSOP Tanjungwangi telah mengumumkan akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab kebakaran dan memastikan apakah ada kelalaian yang terjadi. Selain itu, KSOP juga akan mengevaluasi langkah-langkah tanggap darurat di kawasan perairan Selat Bali guna mencegah kejadian serupa terulang.

Sementara itu, pemerintah daerah Banyuwangi diharapkan segera memberikan perhatian khusus kepada para nelayan yang terdampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Bantuan dan pendampingan akan sangat dibutuhkan oleh para pemilik kapal yang kehilangan aset berharga mereka.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa risiko di laut selalu ada. Para nelayan dan pihak berwenang diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan untuk memastikan keselamatan bersama. (*)

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

40 Warga Tuban Kembali Menata Masa Depan Lewat PKBM Adhyaksa
58 Gerai KDMP di Tuban Belum Dibangun, Masalah Lahan Jadi Kendala
Kasus Tukar Guling TKD Purworejo Masuk Meja Perundingan Pemkab Tuban
Regulasi Baru, BPD Didorong Perkuat Pengawasan Desa
PCNU Sekadau Kembalikan Uang ke KPK, Bongkar Dugaan Transaksi Muktamar dari Jakarta hingga Jombang
AKTOR SEJATI : Ketika Tuduhan Suap Berhadapan dengan Klaim Bersih, Publik Berhak Bertanya
El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:08 WIB

40 Warga Tuban Kembali Menata Masa Depan Lewat PKBM Adhyaksa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:11 WIB

58 Gerai KDMP di Tuban Belum Dibangun, Masalah Lahan Jadi Kendala

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

Kasus Tukar Guling TKD Purworejo Masuk Meja Perundingan Pemkab Tuban

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Regulasi Baru, BPD Didorong Perkuat Pengawasan Desa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:47 WIB

PCNU Sekadau Kembalikan Uang ke KPK, Bongkar Dugaan Transaksi Muktamar dari Jakarta hingga Jombang

Berita Terbaru

Suasana ruang sidang paripurna DPRD Tuban (gambar : Assa Annazili)

Pemerintah

Regulasi Baru, BPD Didorong Perkuat Pengawasan Desa

Rabu, 7 Okt 2026 - 14:24 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu