SURABAYA, JATIM – Curah hujan tinggi yang terus mengguyur berbagai wilayah di Jawa Timur dalam sepekan terakhir telah menyebabkan banjir besar di sejumlah daerah, termasuk Pasuruan, Ponorogo, Malang, dan Gresik. Ribuan warga terdampak, dengan banyak yang harus mengungsi karena rumah mereka terendam banjir. Menghadapi situasi ini, BMKG mengeluarkan imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember 2024.
Baca juga: Waapada Banjir: Bengawan Solo di Bojonegoro Bersetatus Siaga Kuning Dengan Tren Kenaikan Debit Air
Daerah Terdampak Banjir
- Pasuruan
Banjir di Pasuruan merendam empat kecamatan, dengan luapan Sungai Welang dan Rejoso menjadi penyebab utama. Air setinggi 70 cm tidak hanya menggenangi rumah warga tetapi juga melumpuhkan jalur Pantura Pasuruan-Probolinggo. Lebih dari 2.000 warga harus mengungsi, sementara distribusi bantuan dilakukan melalui posko darurat. - Ponorogo
Di Ponorogo, tujuh kecamatan terdampak banjir, dengan Desa Jabung di Kecamatan Mlarak menjadi lokasi terparah. Akses jalan utama terputus, dan 1.500 warga terdampak langsung. Tragisnya, dua warga meninggal dunia akibat terseret arus banjir. - Malang
Kecamatan Dampit dan Ampelgading di Kabupaten Malang mengalami banjir parah akibat luapan Sungai Lesti. Ribuan rumah tergenang, memaksa warga dievakuasi ke posko darurat dengan menggunakan perahu karet. - Gresik dan Mojokerto
Hujan deras juga menyebabkan genangan di Gresik dan Mojokerto, dengan banyak rumah dan jalan utama yang tergenang air hingga setinggi 50 cm.
Prediksi BMKG: Potensi Cuaca Ekstrem
Berdasarkan data BMKG, hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah utara dan selatan Jawa Timur hingga akhir Desember. Kepala BMKG Jawa Timur, Dwi Rini Kusumawardani, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama di wilayah rawan banjir seperti Pasuruan, Malang, dan Ponorogo.
“Fenomena cuaca ini dipengaruhi oleh La Nina dan gangguan atmosfer lainnya. Hujan intensitas tinggi dapat memicu banjir, longsor, dan genangan air di wilayah perkotaan,” ujar Dwi Rini.
Himbauan Kepada Masyarakat
Menghadapi situasi ini, BMKG bersama pemerintah daerah memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat:
- Pantau Perkembangan Cuaca
Perhatikan informasi resmi dari BMKG terkait peringatan dini cuaca ekstrem. Aplikasi Info BMKG dapat diunduh untuk mempermudah akses informasi. - Siapkan Tas Darurat
Pastikan tas darurat berisi dokumen penting, pakaian, makanan siap saji, air minum, obat-obatan, dan peralatan dasar seperti senter dan baterai. - Lindungi Barang Berharga
Simpan barang elektronik dan dokumen penting di tempat yang aman dan lebih tinggi untuk menghindari kerusakan akibat genangan air. - Lapor ke Posko Terdekat
Jika terdampak banjir, segera hubungi posko evakuasi atau pihak berwenang setempat untuk mendapatkan bantuan. - Jaga Kebersihan Lingkungan
Pastikan saluran air bersih dari sampah untuk mencegah penyumbatan yang dapat memperparah banjir.
Dukungan Pemerintah dan Relawan
Pemerintah daerah bersama TNI/Polri, BPBD, dan relawan telah membuka posko pengungsian di berbagai titik. Posko dilengkapi dengan layanan dapur umum, fasilitas kesehatan, serta kebutuhan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Kapolres Ponorogo, AKBP Anton, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan keselamatan warga. “Kami memastikan proses evakuasi berjalan lancar, dan bantuan segera disalurkan ke wilayah terdampak,” ungkapnya.
Kesimpulan: Bersiap Hadapi Cuaca Ekstrem
Cuaca ekstrem di Jawa Timur menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dengan curah hujan yang masih tinggi, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak bencana.
Editor : Agus Susanto












