Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Dugaan Korupsi Rp 1,26 M : Kades Kedungsoko dan Pengurus HIPPA Resmi Ditahan

- Reporter

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kades Kedungsoko dan dua pengurus HIPPA resmi ditahan atas kasus dugaan korupsi PADes senilai Rp1,26 Miliar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kades Kedungsoko dan dua pengurus HIPPA resmi ditahan atas kasus dugaan korupsi PADes senilai Rp1,26 Miliar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Tiga orang pejabat Desa Kedungsoko, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, resmi ditahan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tuban. Mereka adalah RF (Kepala Desa Kedungsoko), EP (Ketua HIPPA Tirto Sandang Pangan), dan RW (Bendahara HIPPA).
Ketiganya diduga kuat menyelewengkan Pendapatan Asli Desa (PADes) dengan nilai kerugian negara mencapai Rp1,26 miliar.
Kasi Pidsus Kejari Tuban Yogi Natanael Ch, yang akrab disapa Yogi, membenarkan adanya penahanan tersebut.
“Benar, Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup. Ketiganya kami titipkan di Lapas Kelas IIB Tuban selama 20 hari ke depan,” ujar Yogi, Kamis (23/10/2025).

Modus Penyelewengan Sejak 2022

Penahanan ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan panjang yang dilakukan sejak pertengahan tahun. Sebelumnya, penyidik telah melakukan penggeledahan di kantor desa dan sejumlah lokasi lain berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejari Tuban Nomor: PRINT-1245/M.5.33/Fd.2/08/2025 tertanggal 1 Agustus 2025.
Dari hasil penggeledahan, tim menemukan sejumlah barang bukti penting, di antaranya:
• Buku tabungan BRI atas nama HIPPA Tirto Sandang Pangan
• Puluhan bundel kwitansi dan dokumen transaksi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah
• Surat keputusan pengurus BUMDes Kedungsoko
• Dokumen peraturan desa dan laporan pertanggungjawaban keuangan
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa praktik penyelewengan berlangsung sejak 2022 hingga 2024. Modusnya dilakukan dengan tidak menyetorkan seluruh hasil usaha HIPPA Tirto Sandang Pangan yang telah berbadan hukum sebagai BUMDes, serta tidak melaporkan hasil lelang pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) selama tiga tahun terakhir.
“Mereka diduga, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri, tidak menyetorkan hasil usaha desa secara penuh dan menggunakan sebagian dana tersebut untuk kepentingan pribadi,” jelas Yogi.

Kerugian Negara dan Jeratan Hukum

Akibat perbuatan tersebut, negara mengalami kerugian mencapai Rp1.260.590.519.
Ketiga tersangka kini dijerat dengan:
• Pasal 2 ayat (1), subsidiair Pasal 3 juncto Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2001,
• serta Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP,
dengan ancaman pidana minimal 5 tahun hingga seumur hidup.
“Kami berkomitmen menegakkan hukum dan menindak segala bentuk penyimpangan keuangan desa,” tegas Yogi.

Pengawasan Dana Desa Masih Lemah

Kasus Kedungsoko menjadi gambaran bahwa transparansi dan akuntabilitas dana desa masih menjadi pekerjaan rumah besar di tingkat lokal.
Lembaga ekonomi desa seperti BUMDes dan HIPPA, yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, justru kerap menjadi celah praktik korupsi akibat lemahnya pengawasan internal dan eksternal. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Permenaker Baru Dinilai Rugikan Pekerja, Buruh di Tuban Ancam Turun Jalan
Kabel Provider Masih Semrawut di Tuban, DPRD Dorong Perda Utilitas
Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?
Internet Desa Dikeluhkan Lemot dan Mahal, DPRD Tuban Hentikan Audiensi
Kecelakaan Tunggal Innova Hantam Becak di Tuban, Dua Penumpang Misterius Luka Berat
Rencana Giant Sea Wall Jatim Dikritik, Akademisi: Solusi Instan Berisiko Rusak Ekosistem Pesisir
Blokade Gate 3 SIG Tuban Berlanjut, Disnakerin Sebut Terkendala Tender Belum Final
Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Depan DPRD Tuban, Diduga Terabaikan Sistem Sosial

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:11 WIB

Permenaker Baru Dinilai Rugikan Pekerja, Buruh di Tuban Ancam Turun Jalan

Rabu, 6 Mei 2026 - 19:25 WIB

Kabel Provider Masih Semrawut di Tuban, DPRD Dorong Perda Utilitas

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54 WIB

Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:29 WIB

Internet Desa Dikeluhkan Lemot dan Mahal, DPRD Tuban Hentikan Audiensi

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:07 WIB

Kecelakaan Tunggal Innova Hantam Becak di Tuban, Dua Penumpang Misterius Luka Berat

Berita Terbaru

Kepala Diskominfo SP Tuban, Arif Handoyo, saat memberikan keterangan terkait hasil verifikasi dan validasi (verval) data ekonomi masyarakat yang hingga kini masih dalam tahap pengolahan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?

Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id