Tuban – Harga tabung gas LPG 3 Kg atau yang dikenal sebagai LPG melon di Kabupaten Tuban masih belum menunjukkan penurunan. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama setelah kelangkaan terjadi sejak H-7 Lebaran hingga sekarang.
Menanggapi keluhan yang terus bermunculan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak, berjanji akan segera menemui pihak Pertamina guna membahas persoalan tersebut.
Wagub Jatim Akan Temui Pertamina
Ditemui usai kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Kridhomanunggal Tuban, Selasa (31/03/2026), Emil menyampaikan bahwa dirinya akan langsung menuju Pertamina setelah agenda tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk mencari solusi atas polemik kelangkaan dan mahalnya harga LPG melon di pasaran.
“Per hari ini jumlah tabung itu sama,” ujarnya, menegaskan bahwa secara distribusi, tidak ada pengurangan pasokan LPG.
Penjelasan Soal Harga Tinggi di Pengecer
Terkait harga yang melambung tinggi di tingkat pengecer, Emil menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena pengecer tidak terikat aturan resmi seperti halnya pangkalan.
Menurutnya, pembelian LPG di pangkalan wajib menggunakan KTP dan memiliki batasan kuota yang jelas. Sementara pengecer, meski diperbolehkan, tidak berada dalam pengawasan ketat regulasi.
“Dulu kita batasi tidak boleh untuk pengecer, masyarakat yang mengeluh. Tapi ingat, pengecer itu tidak tunduk pada aturan baku. Yang tunduk pada aturan itu pangkalan,” jelasnya.
Stok Aman, Distribusi Diduga Bermasalah
Meski pemerintah dan pihak PT Pertamina Patra Niaga menyatakan stok LPG dalam kondisi aman, fakta di lapangan menunjukkan harga masih tinggi, bahkan mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya permainan distribusi di tingkat pangkalan maupun pengecer, yang menyebabkan LPG tidak tersalurkan secara merata kepada masyarakat.
Mencari Solusi di Tengah Situasi Global
Emil juga menyinggung bahwa kondisi global saat ini turut mempengaruhi dinamika energi, meskipun ia memastikan bahwa ketersediaan LPG secara nasional masih aman.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, tengah mencari solusi terbaik agar distribusi LPG 3 Kg dapat kembali normal dan harga di pasaran bisa stabil. (Az)












