Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital

- Reporter

Kamis, 11 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Ketua PWI Kalimantan Barat, Kundori, menegaskan pentingnya profesionalisme dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital saat memberikan sambutan pada kegiatan OKK di Pontianak, (Nurul Hidayatullah/Liputansatu.id).

Pontianak – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Barat, Kundori, menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan pesatnya arus digitalisasi membawa tantangan tersendiri bagi insan pers. Wartawan dituntut untuk tetap memahami kode etik serta mempertahankan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Di tengah maraknya media sosial dan derasnya penyebaran informasi, wartawan dituntut untuk tetap mengedepankan prinsip-prinsip jurnalistik yang profesional, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) di aula Polnep Pontianak, Selasa (09/06/2026).

Kode Etik Jadi Fondasi Utama Jurnalisme

Kundori menekankan bahwa pemahaman terhadap kode etik jurnalistik merupakan fondasi utama bagi setiap wartawan dalam menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan berintegritas.
Menurutnya, kode etik bukan hanya aturan formal, melainkan pedoman yang harus dijunjung tinggi dalam setiap tahapan kerja jurnalistik, mulai dari peliputan, penulisan, hingga penyajian informasi kepada publik.
“Kode etik merupakan pedoman penting yang harus dijunjung tinggi dalam setiap proses peliputan, penulisan, hingga penyajian informasi kepada publik,” ujarnya.

Tantangan Digitalisasi dan Arus Informasi Cepat

Ia juga menyoroti tantangan besar di era digitalisasi, di mana arus informasi bergerak sangat cepat dan mudah tersebar melalui media sosial. Kondisi ini, menurutnya, menuntut wartawan untuk lebih adaptif tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalisme.
Kemajuan teknologi, lanjut Kundori, tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar jurnalisme yang selama ini menjadi pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media.
“Di era digitalisasi saat ini, wartawan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, namun tetap mempertahankan profesionalisme dan nilai-nilai jurnalisme,” tegasnya.

Kecepatan Harus Diimbangi Verifikasi

Kundori juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam menyampaikan informasi bukan satu-satunya hal yang penting. Setiap informasi yang dipublikasikan harus tetap melalui proses verifikasi yang ketat agar tidak menimbulkan kesalahan informasi di ruang publik.
Ia menegaskan bahwa kecepatan dalam pemberitaan harus selalu diimbangi dengan akurasi, verifikasi, dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
“Kecepatan dalam menyampaikan informasi harus tetap diimbangi dengan verifikasi dan kepatuhan terhadap kode etik,” ujarnya.

Wartawan Diminta Tetap Jaga Kepercayaan Publik

Lebih lanjut, Kundori berharap seluruh wartawan dapat terus menjaga kepercayaan publik terhadap media di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama bagi keberlangsungan dunia pers.
Dengan tantangan yang semakin kompleks di era digital, wartawan diharapkan tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga tetap menjunjung tinggi etika, akurasi, dan tanggung jawab dalam setiap karya jurnalistik yang diproduksi. (Nh/)

Berita Terkait

Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?
Ketua PPP Tuban: Kepengurusan Baru Bukti Soliditas Kader Hadapi Dinamika Politik
Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS
Harga Cabai Rawit Merah di Tuban Tembus Rp65.400 per Kg, Pemkab Sebut Masih Wajar
Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi
Wakapolres Tuban Resmi Berganti, Kompol Supiyan Diminta Segera Beradaptasi
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:54 WIB

Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:47 WIB

Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital

Kamis, 11 Juni 2026 - 00:02 WIB

Ketua PPP Tuban: Kepengurusan Baru Bukti Soliditas Kader Hadapi Dinamika Politik

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:48 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Datangi Disdikbud Melawi, Tuntut Kejelasan Gaji dan Dana BOS

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:07 WIB

Harga Cabai Rawit Merah di Tuban Tembus Rp65.400 per Kg, Pemkab Sebut Masih Wajar

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version