Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Limbah Dapur SPPG di Kedungjambe Dikeluhkan Warga, Program MBG Kembali Disorot

- Reporter

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Kedungjambe mengeluhkan penanganan limbah dari dapur SPPG yang dinilai mencemari lingkungan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga Desa Kedungjambe mengeluhkan penanganan limbah dari dapur SPPG yang dinilai mencemari lingkungan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban — Keluhan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, memprotes pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai mencemari lingkungan sekitar.
Keluhan datang dari warga yang bermukim di sekitar Dapur SPPG Yayasan Dharmawangsa Sakti. Limbah dapur yang dibuang ke saluran air disebut menimbulkan bau menyengat, rasa gatal pada kulit, hingga mengalir ke area persawahan warga.

Limbah Dinilai Tak Tertampung, Cemari Saluran Air dan Sawah

Salah seorang warga mengungkapkan, pengelola dapur memang telah membuat saluran pembuangan limbah. Namun, kapasitas saluran tersebut dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung volume limbah dapur yang dihasilkan setiap hari.
“Memang sudah dibuatkan pembuangan limbah, tapi kecil dan tidak cukup menampung limbah harian. Warga merasa dirugikan karena baunya menyengat dan menyebabkan gatal. Apalagi limbahnya mengalir sampai ke area persawahan,” ungkap warga, Selasa (27/01/2026).
Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kerap membersihkan saluran air secara mandiri agar aliran tidak tersumbat dan pencemaran tidak semakin meluas.

Aktivitas Dapur Dini Hari Dinilai Ganggu Kenyamanan

Selain persoalan limbah, aktivitas dapur yang beroperasi sejak tengah malam juga dikeluhkan warga. Pemutaran musik dengan volume keras dinilai mengganggu ketenangan lingkungan, terutama pada jam istirahat warga.
“Kami sudah mencoba koordinasi dengan pihak pengelola supaya ada pembenahan, terutama soal limbah dan aktivitas malam hari,” tambahnya.

Minim Koordinasi Sejak Awal Pembangunan

Warga menilai, persoalan ini dipicu oleh minimnya koordinasi sejak awal pembangunan dapur SPPG. Menurut mereka, pembangunan dilakukan tanpa melibatkan warga sekitar maupun pemerintah desa setempat.
Padahal, sebagai bagian dari program nasional, warga berharap keberadaan dapur SPPG justru memberi manfaat tanpa menimbulkan dampak lingkungan maupun sosial.
“Karena ini program nasional, jangan sampai justru merugikan masyarakat sekitar. Harusnya dikelola dengan baik dan melibatkan warga,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dapur SPPG Kedungjambe, Fitriana W, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait keluhan warga, termasuk dugaan pembuangan limbah dapur ke saluran air yang mencemari area persawahan. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Dirjen Bea Cukai Disorot di Sidang KPK, Gus Lilur Desak Prabowo Copot Djaka Budhi Utama
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?
Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai
Hampir Dua Tahun Bergulir, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Masih Tahap Pemeriksaan Saksi
Ketua PWI Kalbar Tekankan Wartawan Harus Profesional di Era Digital
Keluhan Pelanggan Menumpuk, Pertamina Bungkam Soal Pelayanan SPBU Tambakboyo

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:44 WIB

Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:34 WIB

Dirjen Bea Cukai Disorot di Sidang KPK, Gus Lilur Desak Prabowo Copot Djaka Budhi Utama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:54 WIB

Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:48 WIB

Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id