Limbah Dapur SPPG di Kedungjambe Dikeluhkan Warga, Program MBG Kembali Disorot

- Reporter

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Kedungjambe mengeluhkan penanganan limbah dari dapur SPPG yang dinilai mencemari lingkungan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga Desa Kedungjambe mengeluhkan penanganan limbah dari dapur SPPG yang dinilai mencemari lingkungan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban — Keluhan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat. Kali ini, warga Desa Kedungjambe, Kecamatan Singgahan, memprotes pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai mencemari lingkungan sekitar.
Keluhan datang dari warga yang bermukim di sekitar Dapur SPPG Yayasan Dharmawangsa Sakti. Limbah dapur yang dibuang ke saluran air disebut menimbulkan bau menyengat, rasa gatal pada kulit, hingga mengalir ke area persawahan warga.

Limbah Dinilai Tak Tertampung, Cemari Saluran Air dan Sawah

Salah seorang warga mengungkapkan, pengelola dapur memang telah membuat saluran pembuangan limbah. Namun, kapasitas saluran tersebut dinilai terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung volume limbah dapur yang dihasilkan setiap hari.
“Memang sudah dibuatkan pembuangan limbah, tapi kecil dan tidak cukup menampung limbah harian. Warga merasa dirugikan karena baunya menyengat dan menyebabkan gatal. Apalagi limbahnya mengalir sampai ke area persawahan,” ungkap warga, Selasa (27/01/2026).
Akibat kondisi tersebut, warga mengaku kerap membersihkan saluran air secara mandiri agar aliran tidak tersumbat dan pencemaran tidak semakin meluas.

Aktivitas Dapur Dini Hari Dinilai Ganggu Kenyamanan

Selain persoalan limbah, aktivitas dapur yang beroperasi sejak tengah malam juga dikeluhkan warga. Pemutaran musik dengan volume keras dinilai mengganggu ketenangan lingkungan, terutama pada jam istirahat warga.
“Kami sudah mencoba koordinasi dengan pihak pengelola supaya ada pembenahan, terutama soal limbah dan aktivitas malam hari,” tambahnya.

Minim Koordinasi Sejak Awal Pembangunan

Warga menilai, persoalan ini dipicu oleh minimnya koordinasi sejak awal pembangunan dapur SPPG. Menurut mereka, pembangunan dilakukan tanpa melibatkan warga sekitar maupun pemerintah desa setempat.
Padahal, sebagai bagian dari program nasional, warga berharap keberadaan dapur SPPG justru memberi manfaat tanpa menimbulkan dampak lingkungan maupun sosial.
“Karena ini program nasional, jangan sampai justru merugikan masyarakat sekitar. Harusnya dikelola dengan baik dan melibatkan warga,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dapur SPPG Kedungjambe, Fitriana W, saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait keluhan warga, termasuk dugaan pembuangan limbah dapur ke saluran air yang mencemari area persawahan. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi
Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa
Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban
Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD
Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih
Ratusan Warga Tuban Nikmati Layanan Kesehatan Gratis, SBI Jangkau 16 Desa
Bank Jatim Kembali Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Tuban, Salurkan CSR di Festival Mangrove Jatim X
PT SIG Mangkir dari Audiensi DPRD Tuban, Keluhan Debu Warga Belum Temui Solusi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:24 WIB

SIG Tuban Bantah Abaikan Pencemaran, Sebut Debu Akibat Gangguan Teknis Peralatan Produksi

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:12 WIB

Gedung Permanen Rampung, Sekolah Rakyat Tuban Mulai Tahun Ajaran Baru dengan 256 Siswa

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:01 WIB

Janji Tinggal Janji, Warga Socorejo Blokade Pelabuhan SIG Tuban

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:41 WIB

Krisis Air Bersih di Situbondo, Warga Rela Antre Jerigen demi Dapat Bantuan BPBD

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:36 WIB

Kemarau Panjang, Warga Gunung Putri Situbondo Jalan Kaki 5 Kilometer Cari Air Bersih

Berita Terbaru