Tuban — Aktivitas memancing yang kerap dianggap aman berubah menjadi tragedi. Seorang pelajar SMP asal Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di sungai, Jumat (24/4/2026) sore.
Korban, Muhamad Fikri, tercatat sebagai siswa di SMP 4 Semanding. Ia tenggelam saat memancing bersama sejumlah temannya di aliran sungai Dam Kedung Ireng Desa Sembungrejo, yang berada tidak jauh dari permukiman warga.
Kronologi Kejadian
Menurut informasi yang diterima Liputansatu.id di lokasi kejadian, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Insiden bermula ketika umpan pancing milik korban tersangkut di dasar sungai.
Saat berusaha melepaskan umpan tersebut, korban diduga terpeleset dan jatuh ke sungai yang memiliki kedalaman cukup berisiko.
“Infonya mau ambil umpan pancing terus terpeleset. Untuk pastinya masih belum jelas,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sejumlah informasi awal juga menyebut jumlah teman korban yang berada di lokasi masih berbeda-beda, antara tiga hingga empat orang.
Pencarian dan Evakuasi
Setelah korban jatuh ke sungai, teman-temannya sempat menunggu dengan harapan korban muncul ke permukaan. Namun, karena tidak kunjung terlihat, mereka panik dan meminta bantuan warga.
Sekitar pukul 17.30 WIB, warga mulai berdatangan dan melakukan pencarian secara manual sebelum akhirnya aparat kepolisian tiba di lokasi.
“Tadi sekitar setengah enam warga sudah ramai, polisi juga datang membantu,” ujar warga.
Korban kemudian berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan keesokan harinya.
Lokasi Kejadian Dinilai Berisiko
Warga sekitar menyebut lokasi kejadian bukan area yang biasa digunakan korban dan teman-temannya untuk memancing. Biasanya, mereka memilih titik lain yang dinilai lebih aman.
Fakta ini memunculkan pertanyaan mengenai tingkat kewaspadaan terhadap lokasi-lokasi berisiko, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta memintai keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas sederhana seperti memancing tetap menyimpan risiko, terutama di lokasi yang tidak memiliki pengamanan memadai.
Di tengah minimnya pengawasan dan fasilitas keselamatan di area perairan terbuka, faktor kehati-hatian menjadi penentu utama untuk mencegah kejadian serupa terulang. (Az/Kiev).
Editor : Mukhyidin Khifdhi