Tuban – Arus lalu lintas di jalur nasional Pantura ruas Tuban–Surabaya sempat lumpuh total pada Jumat (24/04/2026). Kemacetan parah mengular hingga kurang lebih 25 kilometer dan berlangsung hampir sehari penuh, membuat para sopir terjebak berjam-jam di tengah antrean kendaraan yang didominasi truk tronton.
Kemacetan panjang ini dipicu oleh insiden kecelakaan serta kendaraan mogok yang terjadi di badan jalan. Sebuah truk tronton milik perusahaan ekspedisi dilaporkan terperosok, sementara kendaraan lain mengalami mogok di titik berbeda. Kondisi tersebut membuat laju kendaraan tersendat hingga akhirnya menimbulkan penumpukan panjang.
Akibat kemacetan tersebut, aktivitas distribusi barang ikut terganggu. Sejumlah sopir mengaku mengalami kerugian lantaran keterlambatan pengiriman serta bertambahnya biaya operasional selama terjebak di jalur padat.
Salah satu sopir asal Malang, Taha (49), mengaku harus menahan antrean hingga enam jam, jauh dari estimi perjalanan normal.
“Biasanya pengiriman hanya sekitar dua jam, tapi ini sampai enam jam belum juga bisa jalan. Kondisi seperti ini jelas merugikan kami,” keluhnya.
Menurutnya, selain membuang waktu, kondisi macet panjang seperti ini juga berdampak langsung pada jadwal distribusi barang dan target pengiriman yang sudah ditentukan perusahaan.
Polisi Kerahkan 25 Personel untuk Urai Kemacetan
Kemacetan yang didominasi kendaraan berat membuat proses penguraian lalu lintas berjalan cukup sulit. Petugas kepolisian harus bekerja ekstra untuk mengatur arus kendaraan sekaligus melakukan evakuasi terhadap truk yang mengalami kendala di jalur utama.
Kanit Turjagwali Satlantas Polres Tuban, IPDA Rizki DP, mengatakan kemacetan dipicu oleh kombinasi truk terperosok dan kendaraan mogok di jalur Pantura.
Pihaknya langsung bergerak cepat dengan menurunkan puluhan personel ke sejumlah titik rawan guna mempercepat proses evakuasi dan mengurangi kepadatan kendaraan.
“Sekitar 25 personel kami kerahkan di sejumlah titik untuk melakukan pengaturan dan penguraian kemacetan selama proses evakuasi berlangsung,” ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 11.30 WIB, arus lalu lintas dilaporkan kembali normal dan kendaraan sudah bisa melintas dengan lancar.
“Alhamdulillah, siang hari arus lalu lintas sudah kembali berjalan lancar,” imbuhnya.
Polisi Imbau Sopir Truk Gunakan Area Parkir yang Aman
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya sopir truk, agar lebih berhati-hati saat berhenti maupun beristirahat di sepanjang jalur Pantura.
Pengemudi diminta memanfaatkan lokasi yang memiliki area parkir luas seperti rumah makan, rest area, atau tempat pemberhentian resmi guna menghindari risiko kendaraan terperosok maupun mengganggu arus lalu lintas.