Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

- Reporter

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerjaan proyek peningkatan drainase dan trotoar di Jalan Diponegoro Tuban tampak mengakibatkan pembongkaran area trotoar dan badan jalan. Aktivitas proyek berlangsung di tengah permukiman dan pertokoan warga, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pekerjaan proyek peningkatan drainase dan trotoar di Jalan Diponegoro Tuban tampak mengakibatkan pembongkaran area trotoar dan badan jalan. Aktivitas proyek berlangsung di tengah permukiman dan pertokoan warga, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar di Jalan Diponegoro, Kabupaten Tuban, berdampak terhadap jaringan utilitas milik warga. Pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan jaringan internet dilaporkan ikut terdampak pekerjaan proyek tersebut.
Akibatnya, sejumlah warga mengeluhkan layanan air PDAM yang tidak mengalir hingga jaringan internet di rumah mereka terputus.

Air PDAM Tak Keluar, Warga Sampai Mandi di SPBU

Agus, salah seorang warga yang terdampak, mengaku air dari PDAM di rumahnya tidak keluar akibat pekerjaan proyek di sekitar tempat tinggalnya.
Kondisi tersebut membuatnya kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk mandi. “Saya sampai mandi di pom bensin tadi pagi,” ujar Agus kepada Liputansatu.id, Senin (10/8/2026).
Tidak hanya jaringan air, sambungan internet menuju instalasi WiFi di rumahnya juga ikut terputus.
Menurut Agus, kondisi tersebut terjadi setelah pekerjaan proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar di dekat rumahnya mengenai jaringan utilitas yang berada di lokasi.
Pipa PDAM dan kabel optik yang berada di sekitar area pekerjaan disebut terdampak saat proses pengerjaan berlangsung.
Gangguan tersebut membuat warga harus menunggu hingga jaringan kembali diperbaiki.

PDAM Sebut Petugas Sudah Turun ke Lapangan

Menanggapi keluhan tersebut, Humas PDAM Tirta Lestari Tuban, Kondang Aji Paripurna, mengatakan pihaknya telah menerjunkan petugas ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan terkait gangguan jaringan pipa PDAM. “Sudah ada anggota kami yang di lapangan, biasanya jika ada kegiatan proyek seperti ini, pelaksana proyek berkordinasi dulu dengan kami,” ujarnya.
Kondang mengatakan, jaringan pipa PDAM yang terdampak akan segera ditangani dan disambungkan kembali.
Menurutnya, keberadaan petugas di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan apabila ditemukan kendala pada jaringan.
Sementara itu, pihak PT Telkom Indonesia belum memberikan keterangan terkait jaringan internet yang ikut terdampak pekerjaan proyek tersebut.
Saat ditemui di kantornya, pimpinan terkait disebut sedang melakukan kegiatan di luar kota.

Proyek Drainase dan Trotoar Telan Anggaran Rp5,82 Miliar

Proyek peningkatan saluran drainase dan trotoar di Jalan Diponegoro Tuban tersebut bukan proyek dengan nilai anggaran kecil.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp5.820.000.000 atau sekitar Rp5,82 miliar.
Dalam proses lelang, proyek tersebut dimenangkan oleh CV Chandra Karya Pratama.
Dengan nilai pekerjaan yang mencapai miliaran rupiah, warga berharap pembangunan tidak hanya menghasilkan saluran drainase dan trotoar yang lebih baik, tetapi juga memperhatikan keberadaan jaringan utilitas yang sudah ada di lokasi.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan pelaksana maupun dinas terkait mengenai dampak pekerjaan terhadap jaringan PDAM dan kabel internet tersebut.
Warga berharap seluruh fasilitas publik yang terdampak segera dipulihkan sehingga aktivitas masyarakat tidak terus terganggu selama proyek berlangsung. (Az)

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Diduga Kurang Hati-hati, Lansia Tewas Tertabrak Dump Truck di Merakurak Tuban Saat Menyeberang
DLH-P Tuban Minta Pengusaha Tambang Bertanggung Jawab Perbaiki Jalan Desa Kepohagung

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru