Jakarta – Mantan ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum menyoroti tren penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui unggahan di akun X @anasurbaningrum pada Jumat (31/07/2026), Anas menyebut penurunan approval rating pemerintah sebagai kondisi yang patut menjadi perhatian serius.
Menurutnya, berbagai hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah mengalami penurunan, meski masa pemerintahan belum genap dua tahun. Padahal, pemerintahan Prabowo memulai masa jabatan dengan tingkat dukungan publik yang sangat tinggi.
Fokus pada Janji Kampanye
Anas menilai pemerintah perlu kembali memusatkan perhatian pada janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi alasan agar pemerintah tidak lagi terlalu banyak meluncurkan program-program baru yang bersifat mendadak atau ad hoc.
Ia berpandangan, pemenuhan janji kampanye secara konsisten akan lebih mudah diukur masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Perkuat Soliditas Kabinet dan Benahi Komunikasi Publik
Selain fokus pada program prioritas, Anas juga mendorong adanya konsolidasi yang lebih kuat di internal pemerintahan. Ia menilai seluruh jajaran kabinet harus bergerak dalam satu irama di bawah kepemimpinan presiden. Menurutnya, kesan adanya pihak yang lebih diutamakan maupun dinomorduakan perlu dihilangkan agar koordinasi pemerintahan berjalan lebih efektif dan menghasilkan kinerja yang optimal.
Anas turut menyoroti pentingnya strategi komunikasi pemerintah. Ia menilai pemerintah sebaiknya lebih banyak membangun agenda dan narasi positif dibanding hanya merespons isu yang berkembang.
Ia juga mengingatkan agar berbagai potensi kontroversi maupun kesalahpahaman dapat diminimalkan karena dinilai berpotensi menggerus tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Utamakan Kebutuhan Masyarakat
Dalam unggahannya, Anas menekankan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Beberapa sektor yang disebutnya meliputi ketahanan pangan, pelayanan kesehatan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga jaminan rasa aman bagi masyarakat. Menurutnya, peningkatan kinerja pada sektor-sektor tersebut akan lebih cepat dirasakan oleh publik.
Usul Kabinet Lebih Ramping
Anas juga mengusulkan agar struktur kabinet dievaluasi dan dibuat lebih ramping. Menurutnya, kabinet yang lebih sederhana akan mempermudah proses koordinasi, mempercepat pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat citra pemerintahan yang efisien.
Ia menilai kabinet yang terlalu besar berpotensi menimbulkan kesenjangan kinerja, di mana presiden bekerja sangat keras, namun tidak seluruh anggota kabinet menunjukkan intensitas kerja yang sama. Di akhir pernyataannya, Anas berharap pemerintah mampu meningkatkan kualitas kinerjanya sehingga kepercayaan dan tingkat kepuasan publik dapat kembali membaik. (Az)












