Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Harga Sembako Tuban Hari Ini: Cabai Rawit Naik Tajam, Beras dan Telur Tetap Aman

- Reporter

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah mayoritas harga sembako yang stabil selama bulan Suro, harga cabai rawit di Kabupaten Tuban justru naik tajam menjadi Rp42.000 per kilogram, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Di tengah mayoritas harga sembako yang stabil selama bulan Suro, harga cabai rawit di Kabupaten Tuban justru naik tajam menjadi Rp42.000 per kilogram, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Awal pekan kedua Juli 2026 membawa kabar menggembirakan bagi masyarakat Kabupaten Tuban. Mayoritas harga bahan pokok di pasar tradisional terpantau stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan seiring melemahnya permintaan selama bulan Suro.
Namun, di tengah tren tersebut, cabai rawit merah justru kembali mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional pada Selasa (07/07/2026), harga cabai rawit naik dari Rp36.000 menjadi Rp42.000 per kilogram hanya dalam beberapa hari terakhir.

Cabai Rawit Kembali Melonjak di Awal Pekan

Selain cabai rawit, kenaikan tipis juga terjadi pada bawang putih yang kini dijual Rp37.000 per kilogram, atau naik Rp1.000 dibandingkan sebelumnya.
Sebaliknya, harga bawang merah terus menunjukkan tren penurunan. Komoditas tersebut kini dipasarkan di kisaran Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp35.000–Rp36.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga relatif stabil. Daging ayam ras masih bertahan di angka Rp34.333 per kilogram, sedangkan telur ayam ras tetap dijual sekitar Rp23.000 per kilogram.

Bulan Suro Bikin Permintaan Sembako Menurun

Lesunya aktivitas pasar disebut dipengaruhi minimnya penyelenggaraan hajatan selama bulan Suro dalam tradisi masyarakat Jawa. Kondisi tersebut membuat permintaan berbagai kebutuhan konsumsi menurun sehingga pasokan di tingkat pedagang relatif melimpah.
Selain itu, jeda operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah juga disebut turut memengaruhi pola distribusi sejumlah komoditas, meski dampaknya dinilai tidak terlalu besar.
Pedagang Pasar Baru Tuban, Khoirun Nisa, mengatakan perubahan pola distribusi mulai terasa sejak Program MBG berhenti sementara mengikuti libur sekolah.
Meski demikian, menurutnya harga telur lebih banyak dipengaruhi pasokan dari Kabupaten Blitar sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di Jawa Timur.
“Bisa jadi karena sebelumnya pasokan melimpah untuk MBG, begitu program ini libur sekolah, produsen menyalurkan stoknya ke daerah lain dengan harga murah. Tapi kalau untuk cabai, harganya memang sangat fluktuatif dan cepat berubah meski hanya beda beberapa hari,” ujarnya.

Pedagang Sebut Distribusi Berubah Saat MBG Libur

Hal senada disampaikan Yono, pedagang di Pasar Pramuka Tuban. Ia mengatakan sebagian besar harga bahan pokok di kiosnya masih stabil.
Harga beras medium masih bertahan di Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium tetap dijual Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng premium mengalami kenaikan tipis menjadi Rp22.000 per liter.
“Setiap bulan Suro trennya memang sepi karena jarang ada orang punya kerja atau hajatan. Prediksi saya, setelah bulan Suro selesai, harga bahan pokok akan naik lagi,” katanya.

Diskopumdag Prediksi Harga Naik Lagi Usai Bulan Suro

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Gunadi, menegaskan fluktuasi harga yang terjadi saat ini lebih dipengaruhi mekanisme pasar daripada jeda Program MBG.
Menurutnya, melimpahnya pasokan dari daerah produsen serta musim panen sejumlah komoditas membuat harga kebutuhan pokok cenderung terkendali.
“Saat ini trennya mayoritas sedang turun karena beberapa komoditas sedang panen raya. Ditambah lagi, saat ini masuk bulan Suro yang membuat aktivitas masyarakat dalam menyelenggarakan acara besar atau hajatan sangat minim,” jelasnya.
Diskopumdag memperkirakan kondisi tersebut hanya berlangsung sementara. Memasuki Agustus 2026, harga sejumlah bahan pokok diprediksi kembali meningkat seiring berakhirnya bulan Suro dan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
“Begitu bulan Suro selesai, hajatan warga kembali ramai dan ditambah perayaan Agustusan, otomatis permintaan di pasar akan kembali mendongkrak harga,” pungkas Gunadi. (Az)

Berita Terkait

Hama Tikus Kembali Mengganas, DPRD Tuban Soroti Penanganan yang Tak Terkoordinasi
8 Bulan Insentif Guru PAUD Tuban Tak Cair, Pemkab Akui Ada Keterlambatan
Masuk Grand Design Kawasan, Revitalisasi Goa Akbar Belum Bisa Dimulai
Hama Tikus Kembali Menyerang Jagung Petani Kerek, 500 Petani Terancam Gagal Panen
HUT ke – 81 Republik Indonesia : 251 Napi Lapas Tuban Dapat Remisi
Truk Tambang Bikin Jalan Kepohagung Hancur, Bupati Tuban: Itu Tanggung Jawab Desa
Bupati Tuban Lempar Tanggung Jawab Jalan Dilewati Truk Tambang ke Desa
Ada Keringanan Pajak hingga 31 Agustus 2026, Pemkab Tulungagung Minta Warga Jangan Menunda

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Hama Tikus Kembali Mengganas, DPRD Tuban Soroti Penanganan yang Tak Terkoordinasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:47 WIB

8 Bulan Insentif Guru PAUD Tuban Tak Cair, Pemkab Akui Ada Keterlambatan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Masuk Grand Design Kawasan, Revitalisasi Goa Akbar Belum Bisa Dimulai

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:46 WIB

Hama Tikus Kembali Menyerang Jagung Petani Kerek, 500 Petani Terancam Gagal Panen

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:01 WIB

HUT ke – 81 Republik Indonesia : 251 Napi Lapas Tuban Dapat Remisi

Berita Terbaru

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu