Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Viral! Petani di Tuban ‘Terbang’ Pakai Drone Raksasa

- Reporter

Selasa, 7 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang petani asal Jombang melakukan aksi bergelantungan menggunakan drone pertanian berukuran besar di area perkebunan pisang Cavendish, Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Video aksinya viral di media sosial dan menarik perhatian publik, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Seorang petani asal Jombang melakukan aksi bergelantungan menggunakan drone pertanian berukuran besar di area perkebunan pisang Cavendish, Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Video aksinya viral di media sosial dan menarik perhatian publik, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Hamparan sawah di Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan seorang petani “terbang” menggunakan drone pertanian berukuran besar viral di berbagai platform media sosial.
Video berdurasi 1 menit 14 detik itu menampilkan seorang pria bergelantungan menggunakan body harness yang dikaitkan pada drone. Dengan tenang, ia melayang di ketinggian sekitar 15 meter dari permukaan tanah dan menempuh jarak kurang lebih satu kilometer melintasi area persawahan.
Aksi tak biasa tersebut langsung memancing rasa penasaran warganet.

Aksi Viral Ternyata Hanya untuk Konten

Belakangan diketahui pria dalam video tersebut adalah Daeman (53), petani asal Kabupaten Jombang yang tengah mengelola perkebunan pisang Cavendish di wilayah Tuban.
Saat ditemui pada Selasa (07/97/2026), Daeman mengaku aksi tersebut dilakukan sekitar tiga hari sebelumnya dan pada awalnya hanya dibuat untuk kebutuhan konten media sosial.
“Awalnya hanya iseng untuk konten. Tapi memang drone ini setiap hari dipakai mengangkut bibit, pupuk, dan kebutuhan di lahan karena akses jalannya sulit,” ujarnya.

Drone Dipakai Angkut Bibit dan Pupuk

Di balik video yang viral, drone tersebut sebenarnya memiliki fungsi utama sebagai alat bantu operasional pertanian.
Dengan kapasitas angkut sekitar 150 kilogram, drone digunakan untuk mengangkut bibit pisang Cavendish, pupuk organik, hingga rumput dari dan menuju area perkebunan.
Menurut Daeman, penggunaan drone menjadi solusi karena akses menuju lahan cukup sulit dilalui kendaraan bermotor. Kehadiran teknologi tersebut membuat distribusi logistik pertanian menjadi lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perkebunan pisang Cavendish tersebut merupakan milik seorang pengusaha asal Kabupaten Jombang yang mengelola lahan seluas sekitar 12 hektare di wilayah Tuban.
“Benar, pemilik usaha ini berasal dari Jombang yang kebetulan sedang menggarap perkebunan pisang Cavendish di Tuban dengan luas lahan kurang lebih sekitar 12 hektare,” kata Daeman.

Teknologi Pertanian yang Menarik Perhatian

Fenomena ini memantik perhatian masyarakat. Sejumlah petani mulai melihat drone bukan hanya sebagai alat penyemprot tanaman, tetapi juga alternatif untuk mendukung distribusi logistik di lahan yang sulit dijangkau kendaraan.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mampu menghemat waktu, tenaga, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di sektor pertanian.
Meski demikian, penggunaan drone untuk mengangkut manusia bukan merupakan fungsi utama perangkat tersebut. Pengoperasiannya tetap harus mengedepankan aspek keselamatan serta mematuhi ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan risiko bagi pengguna maupun lingkungan sekitar.
Sebagai informasi, drone pertanian dengan spesifikasi serupa diperkirakan memiliki nilai investasi sekitar Rp500 juta. Nilai tersebut sebanding dengan kemampuan angkut dan efisiensi yang ditawarkan, terutama bagi pelaku usaha maupun petani yang mengelola lahan dengan akses transportasi terbatas. (Aj)

Berita Terkait

Banggakan Tulungagung! Andi Dirga Siswa SMPN 1 Juara Nasional O2SN 2026 Cabang Renang
Fun Run SBI Pabrik Tuban Libatkan Pemerintah, Warga hingga UMKM Lokal
Hama Tikus Kembali Mengganas, DPRD Tuban Soroti Penanganan yang Tak Terkoordinasi
Gus Lilur Serukan Gerakan Tolak LPJ PBNU: Muktamar Bukan Sekadar Serah Terima Mandat
Kebakaran Lahan Proyek GRR Tuban, Asap Tebal Ganggu Jarak Pandang Jalur Nasional
Masuk Grand Design Kawasan, Revitalisasi Goa Akbar Belum Bisa Dimulai
Hama Tikus Kembali Menyerang Jagung Petani Kerek, 500 Petani Terancam Gagal Panen
Jangan Kaget! Malam hingga Pagi Tuban Terasa Makin Dingin, Ini Penjelasan BMKG

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Banggakan Tulungagung! Andi Dirga Siswa SMPN 1 Juara Nasional O2SN 2026 Cabang Renang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Fun Run SBI Pabrik Tuban Libatkan Pemerintah, Warga hingga UMKM Lokal

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Hama Tikus Kembali Mengganas, DPRD Tuban Soroti Penanganan yang Tak Terkoordinasi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Gus Lilur Serukan Gerakan Tolak LPJ PBNU: Muktamar Bukan Sekadar Serah Terima Mandat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Masuk Grand Design Kawasan, Revitalisasi Goa Akbar Belum Bisa Dimulai

Berita Terbaru

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu