Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Penanganan Banjir di Letda Sucipto Tuban, Ruas Jalan Ditinggikan

- Reporter

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek peningian muka jalan Letda Sucipto Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Proyek peningian muka jalan Letda Sucipto Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Banjir yang kerap menggenang di jalur depan rumah Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky di Jalan Letda Sucipto mulai ditangani. Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) menaikkan level muka jalan sebagai langkah utama penanganan. Namun, efektivitas kebijakan ini mulai dipertanyakan.

Peninggian Jalan Untuk Penanggulangan Banjir

Kepala Dinas PUPR-PRKP Agung Supriyadi menyampaikan bahwa peningkatan muka jalan dilakukan untuk mencegah banjir di kawasan tersebut. Proyek ini terbagi dalam dua segmen, yakni dekat Pasar Besar Tuban dan dekat traffic light Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU).
“Yang dekat RSNU karena muka jalan sudah bergelombang, makanya diganti dengan rigid beton,” kata Agung saat dikonfirmasi.
Saat ditanya mengenai pembangunan drainase, Agung menyebutkan bahwa hal tersebut akan dilakukan di tahap selanjutnya. Sementara ini, drainase baru dibangun di sektor barat Jalan Letda Sucipto di sisi utara jalan.

BPBD: Infrastruktur Teknis Bukan Ranah Kami

Kepala BPBD Tuban Sudarmaji ketika ditanya terkait peta penanggulangan bencana di Tuban menjelaskan, bahwa itu tidak termasuk penyusun rencana pembangunan infrastruktur teknis secara mendetail seperti drainase dan jalan.
“Kami bisa memberikan rekomendasi pembangunan ketika ada bangunan yang rusak akibat bencana. Jika pembangunan jalan dan drainase, itu ranah dinas PU,” ujarnya.

Pendekatan Teknis dan Akar Masalah

Pengamat konstruksi dan tata kelola kota Mohammad Said menilai langkah tersebut belum sepenuhnya tepat. Ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang harusnya dimulai dari drainase.
“Masalah banjir saya kira akan lebih efektif jika drainase dulu yang dilancarkan, baru setelahnya jalan diperbaiki. “

Ia juga memberikan kritik terhadap pendekatan teknis proyek ini. Seharusnya,  yang ideal dalam penataan kota terutama untuk kawasan rawan banjir adalah melalui kajian hidrologi yang menyeluruh. Pemerintah harus memetakan aliran air, mengaudit kondisi drainase eksisting, serta memperhitungkan dampak perubahan elevasi terhadap lingkungan sekitar.

Kemungkinsn Banjir di kawasan Pemukiman

Solusi yang terintegrasi jauh lebih dibutuhkan, benahi dulu sistem drainasenya, normalisasi saluran, cek kapasitasnya, baru kemudian perbaikan jalan. Kalau dibalik, risikonya air bisa masuk kepemukiman.
“Meninggikan jalan bisa berpotensi memindahkan genangan kearah pemukiman warga jika drainase belum belum siap. Ini berpotensi memperparah dampak banjir,” kata Said.

Menurutnya proyek sebesar ini seharusnya melibatkan masyarakat sedari awal, terutama warga terdampak. Tidak hanya untuk sosialisasi, tapi juga untuk menjaring masukan agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan permasalahan baru dikemudia hari.

Dari hasil penelusuran Liputansatu.id pada LPSE, proyek ini menelan anggaran yang cukup besar, yakni Rp3.448.500.000 dan itu bersumber dari APBD tahun 2025. Proyek sepanjang 575 meter ini dikerjakan oleh CV Rum Jaya Abadi, dengan masa kerja 150 hari setelah penandatanganan surat perintah mulai kerja (SPMK).(Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta
Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi
Lapangan Kerja Terbatas, 73 Warga Tuban Pilih Merantau ke Hong Kong dan Taiwan
Geger! Bayi Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Tas Kondangan di Tuban
DPRD Tuban Minta Evaluasi Debu Klinker SBI yang Dikeluhkan Warga

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:59 WIB

Viral Dugaan Penganiayaan Badut Oleh Anggota Propam Tuban, Polisi Sebut Kasus Sudah Dimediasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:35 WIB

19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:43 WIB

Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:36 WIB

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:46 WIB

Gerebek Lokasi Es Moni, Satpol PP Tuban Curiga Ada Kebocoran Informasi

Berita Terbaru

Tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan pekerjaan di PT Swabina Gatra Rembang diamankan di Polsek Jatirogo, Tuban. Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa training card, sertifikat kompetensi, bukti transfer, serta perlengkapan kerja yang diduga digunakan untuk meyakinkan korban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Jumat, 5 Jun 2026 - 00:36 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id