Situbondo – Seorang siswi sekolah dasar (SD) perempuan menjadi korban penjambretan kalung emas di Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Aksi pelaku yang berpura-pura bertanya alamat itu terekam jelas kamera CCTV dan kini tengah dalam penyelidikan kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari, Senin (02/02/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, di sebuah jalan desa yang sepi, tepatnya di belakang SD Negeri 3 Semiring, Kecamatan Mangaran.
Aksi Nekat Pelaku Terekam CCTV
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor berwarna putih dan mengenakan helm berwarna pink. Pelaku menghampiri korban yang saat itu sedang bermain bersama temannya.
Dengan modus bertanya alamat, pelaku sempat menunjukkan telepon seluler untuk meyakinkan korban. Namun setelah memastikan situasi sekitar sepi, pelaku secara tiba-tiba menarik kalung emas yang dikenakan korban.
“Pelaku sempat melihat kanan kiri dulu, lalu langsung mengambil kalungnya. Motornya sempat dihidupkan agak lama, kemudian langsung kabur,” ujar Fahrul, saksi mata, saat ditemui di lokasi kejadian.
Korban Tidak Sempat Minta Tolong
Kalung emas yang dijambret diketahui memiliki berat sekitar lima gram. Aksi penjambretan berlangsung sangat cepat sehingga korban tidak sempat meminta pertolongan. Usai beraksi, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Pasca kejadian, situasi di sekitar lokasi terlihat sepi. Korban dilaporkan mengalami trauma psikologis dan saat ini mendapat pendampingan dari orang tuanya.
Keterangan Polsek Mangaran
Sementara itu, Kapolsek Mangaran AKP Iwan Subakti membenarkan adanya peristiwa penjambretan tersebut. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Pada hari Senin sekitar pukul 13.30 WIB telah terjadi penjambretan di belakang SDN 3 Semiring. Kami sudah menerima laporan dan langsung mendatangi TKP serta mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV,” kata AKP Iwan.
Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan memburunya. Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di luar rumah.
“Kami mengimbau agar anak-anak tidak menggunakan perhiasan mencolok saat bermain di luar rumah, agar tidak menjadi sasaran tindak kejahatan,” pungkasnya. (Fia)
Editor : Kief















