Pamekasan – Di tengah menjamurnya pabrik rokok di Madura, hanya segelintir yang mampu menembus pasar nasional. Lebih sedikit lagi yang berhasil menapakkan kaki di pasar ekspor. Dari sedikit nama itu, muncul satu sosok yang disebut sebagai pionir ekspor rokok Madura ke Asia dan Eropa.
Sosok tersebut diperkenalkan oleh seorang pejabat Bea Cukai kepada seorang pengusaha yang tengah mendalami proses ekspor rokok. Dari situlah terungkap bahwa pria ini merupakan eksportir rokok Madura pertama yang berhasil mengirim produk secara legal ke pasar internasional.
Ia berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menikah dengan perempuan asal Sumenep, dan kini menetap di Pamekasan. Sementara fasilitas produksi rokoknya berada di dua kabupaten di Madura: Sumenep dan Pamekasan.
Merintis Ekspor dari Nol
Perjalanan menembus pasar ekspor bukan hal mudah. Selain harus memahami karakter tembakau Madura yang khas, ia juga harus menguasai racikan saus rokok, manajemen produksi, hingga prosedur administrasi ekspor yang ketat.
Dalam diskusi yang berlangsung di kediamannya di Pamekasan, ia banyak berbagi pengalaman tentang bagaimana membangun pabrik yang patuh regulasi, menjaga kualitas produksi, hingga memenuhi standar legalitas ekspor.
Salah satu merek rokok yang telah beredar di pasar nasional sekaligus diekspor adalah EXODUS. Produk ini menjadi bukti bahwa rokok Madura memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga di pasar luar negeri.
Banyak Pabrik, Sedikit yang Tembus Nasional
Menurutnya, saat ini Madura memiliki banyak pabrik rokok. Namun, tidak semuanya mampu menembus pasar nasional, apalagi pasar ekspor.
Tantangan terbesar bukan hanya pada produksi, tetapi pada konsistensi kualitas, kepatuhan regulasi cukai dan ekspor, serta kekuatan jaringan distribusi. Tanpa itu, produk sulit berkembang di luar pasar lokal.
Dalam perbincangan tersebut juga terungkap adanya jaringan distribusi rokok yang telah menjangkau sembilan negara di Asia. Fakta ini menunjukkan bahwa peluang ekspansi rokok Madura masih terbuka, asalkan didukung strategi dan kemitraan yang tepat.
Diskusi Hingga Tengah Malam
Pertemuan yang berlangsung hingga hampir tengah malam itu menjadi ruang pertukaran gagasan tentang masa depan industri rokok Madura. Pembicaraan baru diakhiri sekitar pukul 23.55 WIB.
Saat diminta berfoto bersama, sang pengusaha menyampaikan satu syarat: namanya tidak dipublikasikan. Permintaan itu pun dihormati.
Kisah ini menjadi potret bahwa di balik industri rokok Madura yang kerap dipandang tradisional, terdapat upaya serius membangun legalitas, profesionalisme, dan jejaring global. Sebuah langkah yang perlahan membuka jalan bagi produk lokal untuk berdiri di panggung internasional. (Fia)
Editor : Kief












